Kecam KAA, Kelompok Anti Imperialisme akan Gelar Demo
Rabu, 20 Apr 2005 13:48 WIB
Jakarta -
Kritikan terhadap pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika kembali datang. Persatuan Rakyat Indonesia anti-Imperialisme (Perisai) menilai pelaksanaan KAA telah jauh dari semangat Deklarasi Bandung dan akan menggelar aksi massa untuk memprotesnya."Pelaksanaan KAA kali ini merupakan pengkhianatan dari spirit tahun 1955 dulu yang mengobarkan semangat anti liberalisme dan kolonialisme. Tapi sekarang yang berkumpul adalah kaki tangan imperalisme," kata koordinator Perisai Hari Prabowo.Hari, dalam jumpa pers di TIM, Jl. Cikini Raya, Jakarta, Rabu (20/4/2005), kemudian menjelaskan rencananya menggelar aksi pada 23 April mendatang. "Kalau tidak ada pencegatan massa kami akan 10.000-an orang," kata Hari yang cemas akan adanya tindakan represif dari aparat keamanan. Kecemasan ini timbul karena Polda Metro dan Mabes Polri tidak memberi jaminan keamanan. Alasannya rapat Muspida DKI menetapkan tidak memberikan izin keramaian dan surat tanda terima pemberitahuan (STTP) untuk aksi unjuk rasa pada 18-25 April. "Tapi kita akan tetap jalan. Kita meminta mereka tokoh-tokoh nasionalis yang menentang imperaliasme untuk ikut dalam aksi ini," kata Hari sambil menyebut tokoh-tokoh nasionalis seperti Erros Djarot, Dimyati Hartono, Sukmawati Soekarnoputri, dan Rachmawati Soekarnoputri.Sementara aktivis perempuan Yeni Rosa Damayanti menyoroti tidak jelasnya tujuan KAA. "Kami tidak tahu perayaan kali hanya sekedar nostalgia atau apa. Karena tanpa adanya pengembalian terhadap spirit tahun 1955 maka pelaksanaan KAA tidak ada gunanya," tukasnya.Yeni juga mengaku heran kenapa keamanan tidak mau memberikan jaminan. Padahal Perisai telah memberikan jaminan aksi akan berlangsung damai sebab 60 persen yang jadi peserta aksi adalah ibu-ibu. "Jadi kami tidak akan melakukan kekerasan. Tapi kenapa muspida tidak memberikan izin padahal Presiden SBY tidak mempermasalahkan adanya demo selama pelaksanaan KAA sepanjang tidak merusak," demikian gugat Yeni Rosa Damayanti.
(gtp/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































