9 Napi Tak Jelas Nasibnya, Mahasiswa Papua Datangi DPRD Sulsel

9 Napi Tak Jelas Nasibnya, Mahasiswa Papua Datangi DPRD Sulsel

- detikNews
Rabu, 20 Apr 2005 13:37 WIB
Makassar - Sekitar 30 orang mahasiswa Papua di Makassar mendatangi DPRD Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Rabu (20/04/2005). Kedatangan mereka memrotes tentang pemindahan 9 narapidana dari Papua ke LP Makassar.Pasalnya, para mahasiswamenganggap bahwa pemindahan ini tidak sesuai prosedural pemindahan dan terkesan tidak mengindahkan hak asasi para napi.Para mahasiswa datang ke DPRD Sulsel untuk menagih janji komisi A DPRD Sulsel yang menjanjikan akan membahas soal pemindahan ini.9 narapidana ini adalah tahanan di LP Wamena, Papua atas dua kasus yang berbeda. 6 diantaranya terlibat kasus pembobolan gudang senjata Kodim 1702/jwj dan 3 terlibat kasus pengibaran bendera bintang kejora di gedung DPRD Jayawijaya pada tahun 2003 lalu.9 napi ini dipindahkan ke LP Gunung Sari, Makassar pada 16 Desember 2004. "Mereka dipindahkan tanpa melalui prosedural hukum. Bahkan saat dipindahkan, keluarga mereka tidak diberitahu. Dan para napi itu juga tahu kalau dirinya dipindahkan pada hari itu," ujar Buhtar.Bahkan saat diangkut ke kendaraan untuk dipindahkan, para napi, menuru Buhtar, awalnya menolak untuk dipindahkan karena tidak diberitahu terlebih dahulu. "Karena menolak para napi itu dipukuli sampai berdarah dan dipaksa naik ke mobil Dalmas Polres Jayawijaya dan diangkut ke Bandara Wamena," tutur BuhtarMenurut Buhtar, pemindahan napi ini harusnya lewat prosedur yang sah, di antaranya harus ada surat resmi dari Kakanwil Hukum dan HAM Papua. "Tapi bagaimana mungkin, pengacaranya saja tidak tahu. Ini kan melanggar hak asasi para napi," katanya.Mahasiswa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 13.00 Wita. Mahasiswa berencana akan kembali melanjutkan kasihnya jika DPRD Sulsel tidak menggubris tuntutan mereka. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads