Kata Warga Soal Mahasiswi Kulon Progo yang Tewas Dibunuh Pacarnya

Kata Warga Soal Mahasiswi Kulon Progo yang Tewas Dibunuh Pacarnya

Hasan Adi - detikNews
Minggu, 26 Mar 2017 16:37 WIB
Kata Warga Soal Mahasiswi Kulon Progo yang Tewas Dibunuh Pacarnya
Foto: Hasan Adi/detikcom
Bantul - RA (20), mahasiswi asal Dusun Selokambang, Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, yang ditemukan meninggal di sebuah selokan di Kabupaten Kulon Progo diketahui memiliki seorang pacar. Pacar RA adalah warga Kulon Progo , yang menurut warga kerap main ke rumah korban.

Ketua RT 02 Dusun Selokambang, Supadi, menyebut pacar RA sering main ke tempat korban. Namun dia tidak mengetahui hubungan mereka lebih jauh. Dia mengaku hanya sebatas tahu lantaran kerap ada pemuda yang bertamu ke kediaman Sugeng, ayah RA.

"Pacar sering ke sini," ujarnya saat ditemui di rumah duka, Minggu (26/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Supadi mengetahui jika kediaman Sugeng kerap didatangi pacar RA lantaran rumah dia dengan rumah Sugeng bersebelahan. "Ya semacam teman (dekat) lah. Setahu saya setelah kuliah, pacaran," tambah pria yang juga tokoh masyarakat setempat ini.

Lantaran RA ditemukan meninggal di Kulon Progo, dia tidak berani menyimpulkan siapa pelaku pembunuhan tersebut. Cuma pihak keluarga dan masyarakat ingin pelaku dihukum berat, agar ada efek jera.

"Korban bukan anak nakal, anaknya baik. Kalau sama warga dikenal sebagai pemudi muslimah," paparnya.

Sebagaimana diketahui, RA yang notabene salah satu mahasiswi pengurusan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditemukan meninggal di sebuah selokan di Kulon Progo. Saat ini pelaku sudah berhasil dibekuk pihak kepolisian. Sementara jenazah RA rencananya dimakamkan sore nanti.

Tetangga Tak Tahu RA yang Tewas Dibunuh Sedang Hamil

RA (20), mahasiswi yang meninggal di sebuah selokan di Kulon Progo diketahui sedang hamil. Mendengar kabar tersebut, warga kaget, lantaran RA dikenal sebagai wanita baik-baik.

Ketua RT 02 Dusun Selokambang, Supadi mengaku jika warga di Selokambang termasuk dirinya belum mengetahui jika RA tengah hamil tujuh bulan. Menurut dia, selama ini warga tidak menaruh curiga lantaran tidak ada perubahan signifikan di tubuh korban. Sehingga saat bertemu maupun beraktivitas di masyarakat hamilnya tidak diketahui warga.

"Warga tidak tahu (korban hamil). Kalau memang benar RA hamil, mestinya korban datang ke Kulon Progo buat meminta pertanggungjawaban (pelaku)," ujarnya.

Terlebuih, RA berasal dari keluarga yang dikenal baik, sehingga warga tidak percaya korban hamil di luar nikah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, RA adalah pemudi aktif berorganisasi di masyarakat. Tidak hanya organisasi kampung, tapi juga organisasi keagamaan setempat. Selama ini, RA juga dikenal sebagai wanita muslimah baik-baik dan tidak pernah berbuat tercela ke warga.

"Bapak korban tak'mir masjid, kalau ibunya guru SD," ucapnya.

Kakek RA, Sukarjinomo, menyebut jika RA seharusnya menginjak semester empat di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta tahun ini. Sukarjimomo sendiri tidak menyangka bakal terjadi peristiwa sadis ini.

"Sebelumnya saya tidak menaruh curiga," sebutnya.

Namun, setelah pamit kuliah Jumat (24/3/2017), korban tidak kunjung pulang sampai ditemukan tak bernyawa.

(jor/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads