DetikNews
Minggu 26 Maret 2017, 02:20 WIB

Aksi Solidaritas, 5 Simpatisan Cor Kaki di Palembang

Raja Adil Siregar - detikNews
Aksi Solidaritas, 5 Simpatisan Cor Kaki di Palembang Foto: Raja Adil Siregar/detikcom
Jakarta - Masyarakat Palembang menggelar aksi solidaritas tolak pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah. Aksi dilakukan dengan mengecor kaki mereka di simpang lima depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Selatan.

Aksi pengecoran dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumsel bekerja sama dengan organisasi sipil hingga mahasiswa sebagai aksi solidaritas Palembang Peduli Kendeng. Lima orang simpatisan, yang terdiri atas tiga wanita dan dua pria, terlihat mengecor kakinya dengan menggunakan atribut layaknya seorang petani.

"Kita mendukung gerakan perempuan dalam memperjuangkan keadilan, memperjuangkan hak-haknya sebagai masyarakat yang tertindas. Ibu Patmi adalah pejuang perempuan Kendeng. Dia membela petani karena tak ingin adanya pembangunan pabrik semen," ujar Direktur Walhi Hadi Jatmiko di sela-sela aksi pengecoran, Sabtu (25/3/2017) sore.

Tidak hanya mengecor kaki, massa juga sempat menabur bunga di foto Patmi sebagai bentuk belasungkawa. Aksi pengecoran kaki itu dilakukan mulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB sore ini.

Lebih lanjut, Hadi menilai keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah adalah salah apabila memberikan izin kepada perusahaan semen tersebut. Karena hanya akan menambah penderitaan masyarakat sekitar dengan dampak yang akan merugikan petani, termasuk akan merusak sumber daya alam sekitar.

Aksi Solidaritas, 5 Simpatisan Cor Kaki di PalembangFoto: Raja Adil Siregar/detikcom

Pesan tersebut tidak hanya disampaikan untuk Jawa Tengah, tetapi juga kepada Pemerintah Provinsi Sumsel untuk tidak memberikan izin pembangunan pabrik semen dan batu bara nantinya.

"Potret perjuangan petani Kendeng dapat menjadi pelajaran semua pihak, mengingat di Sumsel juga memiliki kawasan karst di Bukit Barisan, Kabupaten OKU. Jangan sampai izin-izin perusahaan nantinya berdampak pada kerusakan lingkungan," imbuhnya.

(brt/elz)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed