Bandung Makin Sedap di Mata

Bandung Makin Sedap di Mata

- detikNews
Rabu, 20 Apr 2005 12:32 WIB
Bandung - Bandung yang kian panas dan semrawut, kini kembali jadi 'Kota Kembang'. Tampak indah dan bersih, sedap dipandang mata. Tapi, tidak perlu bangga dulu. Sebab, keindahan ini hanya sementara. Maklum, ini bagian dari polesan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika (KAA). Bandung menjadi salah satu dari dua kota yang diajdikan arena KAA. Seperti Jakarta, kota Bandung juga dipoles. Dan hasilnya, H-4 KAA, kota Bandung tampak indah. Pemantauan detikcom, Rabu (20/4/2005), lampu-lampu tampak baru dan kondisi jalan-jalan utama di Bandung tampak mulus. Aspal hotmik melapisi Jl. Ir.H. Djuanda, Jl. Asia Afrika, Jl. Braga, Jl. Aceh, dan Jl. Supratman. Pohon-pohon hijau juga semakin cerah ditanam di sepanjang Jl. Braga, di belakang Gedung Merdeka. Di sejumlah jalan juga dipasangi bunga-bunga aneka warna di dalam pot-pot yang indah. Hmmm...indahnya!Gedung-gedung tua dan bersejarah yang pernah dipakai KAA 1955 lalu juga dicat ulang. Lampu-lampu kota dan lalu lintas diremajakan. "Lampu-lampu trotoar dekat Gedung Merdeka dicat ulang. Warga ada yang sempat komplain, kenapa ada warna kuning jeruk dan merak. Kampungan, katanya," kata Cepi Suganda, bagian media KAA kepada detikcom.Jadinya, kata Cepi, Walikota Bandung Dada Rosada memerintahkan pengecetan ulang. Sekarang lampu-lampu trotoar itu dicat dengan warna hitam putih. "Sekarang malah tampak dingin," kata dia. Di jalan-jalan utama Kota Bandung, spanduk-spanduk KAA juga sudah membanjir di perempatan-perempatan jalan. Sebuah balon besar juga dipasang di depan Masjid Alun-Alun sebelah barat Gedung Merdeka. Sayangnya, pemasangan spanduk-spanduk itu tak terkoordinir dengan baik. Jadinya malah terkesan semrawut.Sampai hari ini, Rabu (20/4/2005) kondisi di seputar ring I belum beres seperti harapan anitia. Becak-becak di pinggir Hotel Homan masih terlihat berjejer. Tukang becaknya terlihat tidur-tiduran di dekat becaknya. Mereka masih tampak mencari setoran agar dapur rumah mereka masih tetap ngepul. Sempat terjadi arena kucing-kucingan antara petugas polisi dengan para tukang becak itu. Pedagang Kaki Lima Masih JualanDi sebelah barat Gedung Merdeka, dekat Kantor Pos, pedagang stempel dan majalah bekas masih berjualan. Sementara itu, sudah hampir dua pekan lebih, lapangan Cikapundung yang biasa digunakan sebagai pusat distribusi koran dan majalah sudah dialihkan ke Lapangan Persib, Jl. Ahmad Yani. Suasana Pasar Baru, sebelah barat Gedung Merdeka menuju Lapangan Tegalega, masih tampak ramai. Pedagang asongan dan pedagang yang memakai alas tikar masih terlihat berjualan. Para petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung tidak terlihat lagi membersihkan para pedagang-pedagang itu. Mereka hanya terlihat duduk dan merokok di sudut-sudut pertokoan.Untuk menambah semarak lagi, gambar-gambar lukisan bunga dan para pejabat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, Walikota Bandung serta gambar Presiden SBY dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dipasang di dekat Gedung Merdeka."Kalau sore saya memang berjualan di sini. Ya, keuntungan tiap harinya lumayan," kata salah seorang pedagang baso tahu. Ia biasa berjualan pada sore hari di dekat Gedung Merdeka. Menurut dia, larangan berjualan karena menyambut KAA, masih bisa diterima."Kalau lihat dari foto-foto KAA dulu, para pedagang dan warga kota Bandung memang dilibatkan. Mereka bawa pisang, yang jago silat jadi keamanan," kata Cepi Suganda menambahkan. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads