"(Saya) jenguk (warga sakit) juga. Tapi (saya) gak bilang-bilang kamu (wartawan)," ujar Djarot di Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (25/3/2017).
Adapun Ahok saat ditanyai wartawan soal aktivitasnya yang belakangan ini lebih sering menjenguk warga sakit, berkata semata-mata hanya ingin mengecek keberlangsungan program ketok pintu milik Pemprov DKI. Program tersebut dibuat agar para dokter secara pro-aktif datang mengunjungi masyarakat kecil yang sakit sehingga warga dapat menghemat pengeluaran karena masyarakat ekonomi menengah ke bawah selama ini harus mengeluarkan ongkos lebih saat berobat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus sampai sekarang. Meskipun kami gak aktif, (program ketok pintu) tetap berjalan lho. Anda kalau ke rumah-rumah bisa dilihat ya apakah pintunya ada stiker. Kalau ada stiker berarti sudah pernah dikunjungi dokter, perawat atau bidan. Kami akan bikin, memang kalau Pak Ahok lebihh maju lagi, 5 ribu orang warga itu punya dokter pribadi, perawat pribadi, bidan pribadi," papar dia.
Program ketok pintu ini semata-mata disebut Djarot untuk memastikan tidak ada banyak orang sakit lagi di Jakarta. Dia tak ingin rumah sakit-rumah sakit di Jakarta dipenuhi oleh warga yang sakit, khususnya masyarakat kalangan ekonomi rendah yang kesulitan mengakses obat-obatan.
"Yang kita inginkan adalah supaya jangan sampai banyak orang sakit di Jakarta. Kami nggak bangga kalau rumah sakit kami penuh dengan orang sakit. Semakin sedikit orang sakit, semakin bagus tingkat kesehatan warga. Nah, upaya preventif inilah yang harus dijalankan oleh para tenaga medis, termasuk kader-kader di Dasa Wisma dan PKK," tutup mantan Wali Kota Blitar ini. (gbr/tor)











































