DetikNews
Sabtu 25 Mar 2017, 09:14 WIB

Keraguan Menko Luhut Soal Esemka Jadi Mobil Presiden

Idham Kholid - detikNews
Keraguan Menko Luhut Soal Esemka Jadi Mobil Presiden Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Ide agar mobil Mercedes-Benz kepresidenan diganti dengan mobil Esemka terus bergulir. Usul itu muncul setelah mobil kepresiden tersebut sempat mogok.

Ketidakkyakinan soal ide ini justru muncul dari pemerintah, yaitu Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Namun, Luhut menyampaikan itu dengan nada bercanda.

"Jadi kalau itu Esemka kamu aja yang naik, jangan kita suruh presiden yang naik, ha..ha..ha. Nanti tahu-tahu presidennya, gara-gara Esemka repot lagi tuh. Remnya blong lagi," kata Luhut kepada wartawan di kantornya Gedung BPPT, jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (24/3/2017).

Luhut mengatakan bahwa untuk jadi mobil kepresidenan ada standar tertentu yang harus dipenuhi. Standar itu tidak hanya berlaku di Indonesia namun berlaku universal di semua negara di dunia.

Namun, kata Luhut, hal itu bukan berarti tak ada peluang Esemka jadi mobil kepresidenan, Menurut dia, mungkin saja 20 tahun lagi Esemka sudah bagus dan memenuhi standar serta syarat sebagai mobil kepresidenan.

"Tapi menurut saya, mungkin 20 tahun lagi Esemka sudah bagus, kenapa tidak? bisa saja. Tapi kalau sekarang menurut saya belum," tutur Luhut.

Usulan mengenaik mobil Esemka ini muncul setelah mobil Kepresidenan Mercedes-Benz S600 Guard yang ditumpangi Presiden Jokowi mogok di Mempawah, Kalimantan Barat pada 18 Maret 2017 lalu. Luhut meminta peristiwa itu tidak perlu diperpanjang.

Luhut memastikan bahwa Presiden Jokowi tidak pernah minta mobil baru. Presiden Jokowi juga tidak mempersoalkan mobil yang kemarin baru dikembalikan oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kami ndak pernah mikir itu. Jadi saya minta sekali itu, itu nggak usah diisu lagi ya," kata Luhut.

Presiden, kata Luhut, juga tak pernah bertanya soal mogoknya mobil yang dia tumpangi. "Presiden saja nggak pernah nanya-nanya mobilnya mogok. Ada ganti ya dia pindah ke yang lain. Nggak ada bilang ganti ini mobil, nggak ada juga," papar Luhut.

Soal mobil kepresidenan yang baru, Luhut mengatakan bahwa saat ini hal itu bukan menjadi prioritas. "Itu (mobil baru) bukan jadi agenda pioritas, yang penting sampai tujuan. Oleh karena itu selalu ada back up mobil presiden," ujar dia.
(idh/nvl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed