"Menjelang pilkada putaran kedua ini. Kita berkumpul untuk silaturahmi. Jumlahnya dari 80 RW yang ada, yang datang 75 ketua RW. Kita berkumpul agar kampung kita ini aman," kata Kapolsek Koja Kompol Supriyanto di kantornya, Jalan Bhayangkara Tugu, RT 09/01, Koja, Jakut, Jumat (24/3/2017) malam.
Supriyanto mengatakan, tingginya antusiasme Ketua RW yang datang menandakan sesuatu yang positif. Di dalam pertemuan tersebut, peserta sepakat untuk menjaga kamtibmas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di dalam tadi kita bicara masalah kamtibmas. Respon dari ketua RW bagus. Menjelang putaran kedua kita benar-benar bersih alat peraga kampanye dan tidak provokatif. Meskipun kita beda pilihan tapi tetap satu," ujar Supriyanto.
"Tadi tokoh RW FPI pun datang, Haji Enjo. Dia koordinator paguyuban FPI RW se-Jakarta Utara," sambungnya.
Dalam pertemuan tersebut, lanjutnya, para Ketua RW mengutarakan tentang potensi munculnya kampanye hitam. Peserta pertemuan sepakat untuk tidak membesarkan masalah yang belum terbukti kebenarannya.
Untuk menghindari munculnya potensi kericuhan, aparat beserta masyarakat sepakat untuk tidak membiarkan adanya warung internet (warnet) yang buka selama 24 jam. Pihak kepolisan akan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menertibkan warnet yang beroperasi 24 jam.
Supriyanto berharap kondisi di Kecamatan Koja kembali kondusif seperti jalannya putaran pertama Pilgub DKI. Ia mengatakan, pada saat itu tidak ada masalah signifikan yang muncul di wilayahnya.
"Harapanya, untuk Kecamatan Koja kembali aman seperti putaran pertama. Karena di putaran pertama pun tidak ada masalah di hari pencoblosan seperti masalah DPT," tuturnya. (jbr/idh)










































