100 Mahasiswa se-Sulsel Ikut Sosialisasi 4 Pilar MPR Metode Outbond

100 Mahasiswa se-Sulsel Ikut Sosialisasi 4 Pilar MPR Metode Outbond

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Jumat, 24 Mar 2017 20:40 WIB
100 Mahasiswa se-Sulsel Ikut Sosialisasi 4 Pilar MPR Metode Outbond
Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom
Makassar - 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Sulawesi Selatan mengikuti kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR. Sosialisasi kali ini dilakukan dengan cara berbeda, yakni dengan metode outbond.

Kegiatan sosialisasi ini dibuka Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR Bachtiar Aly di Hotel Four Points, Makassar, Jumat (24/3/2017). Acara yang digelar hingga 27 Maret mendatang ini dimulai dengan pemukulan gong oleh Bachtiar Aly. Hadir juga anggota MPR Irgan Chairul Mahfiz, Anton Sukartono Suratno, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Musafir dan Rektor Universitas Negeri Makassar Prof Husain Syam.

Sosialisasi Empat Pilar dengan metode outbound di Makassar ini adalah untuk pertama kali diselenggarakan oleh MPR. Menurut Kepala Biro Persidangan dan Sosialisasi Tugiyana, sosialisasi dengan metode outbound adalah lanjutan program yang telah diselenggarakan pertama kalinya pada 2012 dengan sasaran mahasiswa.

Berperan sebagai tuan rumah adalah Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Diikuti 100 mahasiswa dari 15 universitas dan perguruan tinggi di Sulawesi Selatan. Dan, peserta paling banyak datang dari UIN Alauddin 20 orang, diikuti Unhas 11 orang, sedangkan perguruan tinggi lainnya berkisar 4 hingga 10 mahasiswa.

Bachtiar Aly dalam sambutannya menyatakan penyelenggaraan sosialisasi Empat Pilar adalah suatu upaya untuk memberikan pengertian dan pemahaman tentang kesadaran bernegara dan berbangsa. Oleh karena itu, outbound ini tidak lain untuk lebih memperkuat interaksi di antara peserta, tapi juga ada sentuhan nilai-nilai masyarakat.

"Masyarakat kita yang bhinneka tunggal ika merupakan contoh yang disimak dunia, apa pun persoalan dalam negeri kita bisa solid, perekat 4 pilar, kita sadari punya Pancasila, punya sistem pemerintahan yang mapan, punya keluarga besar dari suku-suku bangsa, Indonesia sejak 1928 pemudanya sudah punya mimpi memiliki negara dan satu bahasa persatuan dari Sabang sampai Merauke. Untuk menjaganya perlu generasi muda yang tidak tercabut dari akar budayanya," ujar Bachtiar usai membuka kegiatan ini.

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, lanjut Bachtiar, memiliki peranan sangat penting bagi perjalanan bangsa Indonesia sejak pra kemerdekaan, dalam konteks kekinian maupun di masa akan datang. Oleh karena itu, pemahaman Empat Pilar MPR harus terus digelorakan, terutama kepada generasi muda dan mahasiswa.
100 Mahasiswa se-Sulsel Ikut Sosialisasi 4 Pilar MPR Metode OutbondFoto: M Nur Abdurrahman/detikcom

Bachtiar menyatakan bahwa sosialisasi Empat Pilar ini sudah dilakukan di seluruh Indonesia dengan berbagai metode.

"Kita sangat yakin, tentunya tidak bisa pernah cukup, karena negara kita begitu luas. Tapi, minimal menghampiri kelompok-kelompok strategis, kelompok-kelompok kunci masa depan, yaitu generasi muda," pungkas Ketua Fraksi Nasdem MPR RI ini.

Lebih lanjut Bachtiar menyatakan akhir-akhir ini kita membaca berita tentang teror di Parlemen Inggris. Pertistiwa itu, menurut Bachtiar akan menumbuhkan kesadaran kolektif kita apapun sebagai warga bangsa harus tetap solid. Sosialisasi Empat Pilar MPR ini adalah sebagai upaya MPR untuk menyadarkan warga bangsa agar memahami jati dirinya.

Sesi pertama, para peserta sosialisasi Empat Pilar mendapat pengarahan dari pihak penyelenggara yang disampaikan Kepala Bagian Persidangan dan Risalah, Biro Persidangan dan Sosialisasi Setjen MPR RI, Oni Arief Benyamin, serta Kepala Biro Persidangan Sosialisasi Setjen MPR RI Tugiyana.

Sosialisasi Empat Pilar metode outbound ini, menurut Oni, termasuk metode pelatihan terbaik tingkat nasional. Ada beberapa parameter yang menyebabkan metode ini dinilai terbaik, antara lain dari segi fasilitas, dan materi yang disampaikan terdiri dari Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Oni menambahkan, parameter lain yang membuat pelatihan ini dinilai terbaik karena materi kedisiplinan para peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa. Para peserta menyerap materi dari para narasumber yang merupakan pimpinan dan anggota Badan Sosialisasi MPR, serta dibahas dalam diskusi dengan menampilkan studi kasus dengan pendekatan nilai-nilai Empat Pilar.

Pada hari terakhir kegiatan sosialisasi dengan motede outbound ini adalah penerapan nilai-nilai Empat Pilar dalam berbagai permainan. Di sini para peserta yang telah digembleng selama empat hari harus mampu menerapkan nilai-nilai Empat Pilar melalui beberapa permainan (outbound), seperti kedisiplinan, patuh pada pimpinan, kerjasama tim, perencanaan, dan lainnya.

(mna/ega)


Berita Terkait