"Kita melihat Saudara Dedi ini, walaupun bagaimana tingkat hasil surveinya dikalahkan oleh RK (Ridwan Kamil), kami masih belum pesimis bahwa Saudara Dedi masih bisa dimungkinkan untuk kita dorong maju (Gubernur Jabar). Karena, sebagaimana jutlak (petunjuk pelaksana), kita akan mengutamakan kader partai. Namun demikian, memang kita belum memutuskan," ujar Agun di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (24/3/2017).
Survei Indo Barometer mengurutkan nama Dedi Mulyadi di posisi keempat di bawah Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, dan Dede Yusuf. Kendati demikian, dia mengatakan hal itu bisa diantisipasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti fakta yang dahulu terjadi pada zaman Pak Dany Setiawan, surveinya baik, tapi kalah. Kemudian saya juga bagian dari pada keterlibatan itu semua. Begitu pula dengan pilkada terakhir, Dede Yusuf. Tapi faktanya juga kalah," ucapnya.
Pengalaman dijadikan Agun sebagai modal dasar untuk tetap optimistis mengusung Dedi Mulyadi dalam Pilgub Jabar 2018. Meskipun RK unggul dari Dedi, Agun tetap mengutamakan kader Partai Golkar.
"Kita akan mengutamakan kader partai, namun demikian memang kita belum memutuskan," tutur Agun.
(Baca juga: Survei Indo Barometer: Ridwan Kamil Terkuat Deddy Mizwar Menyusul)
Berikut ini hasil survei Indo Barometer dari lima nama calon gubernur:
1. Ridwan Kamil (25,3%)
2. Dedi Mizwar (19,3%)
3. Dede Yusuf (14,2%)
4. Deddy Mulyadi (8,1%)
5. Bima Arya (1,9%) (lkw/dnu)











































