"Rembuk, formatnya nanti kita sepakati bersama. Tapi harus terwakili semua dari sisi birokrasinya, dari sisi pengusahanya bagi yang sudah beli. Saya sedih juga waktu itu ada pengusaha sudah investasi banyak sekali dan sekarang utang ke bank, dia sangat sedih sekali. Merasa mata pencariannya akan terganggu," ujar Sandiaga di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (24/3/2017).
Sandiaga berharap ada dialog antara pengusaha dan nelayan. Ia ingin dari dialog tersebut hadir solusi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandiaga sebelumnya bercerita pernah diprotes para pengusaha karena menolak reklamasi. Meski terus diprotes, dia mengaku tak akan goyah menolak reklamasi.
"Pernah pengusaha protes, mereka sudah naruh duit di reklamasi. 'Enak nggak tuh Pak Sandi? Bapak kan pengusaha, coba rasain kayak saya. Hilang duit saya. Aset saya sudah dijaminin nggak ada kepastian ke depan. Begini saja, Pak Sandi kan banyak uang, Pak Sandi ikut beli deh tanah reklamasi ini. Biar sama-sama kita memperjuangkan'. Emosi sekali," tuturnya.
"Nggak lama setelah itu, saya dibawa ke Kamal Muara. Mereka justru 100 persen menolak reklamasi. 'Biarin saja, salah mereka sendiri, kenapa beli?' Jadi memang tidak ada komunikasi sama sekali. Jadi ini yang akan kami lakukan, bukannya kami nggak nyari solusi. Kami akan cari solusi. Kami akan hadirkan kepastian terhadap permasalahan ini," tuturnya. (fdu/ams)











































