KAA Bikin Susah Cari Makan

Keluhan Orang Kantoran:

KAA Bikin Susah Cari Makan

- detikNews
Rabu, 20 Apr 2005 11:43 WIB
Jakarta - Para karyawan yang berkantor di Jl Sudirman, Jakarta, sudah beberapa hari ini kesulian cari makan. Penjual makanan langganan mereka 'digusur' agar wajah Jakarta tampak segar merona menyusul Konferensi Asia Afrika 22-24 April.Susahnya cari makan ini dialami Rani, seorang pembaca detikcom yang bekerja di sebuah gedung tak jauh dari Hotel Intercontinental-Midplaza, Jl Sudirman. "Yang paling mengharukan, susah sekali mencari makan, baik untuk sarapan maupun makan siang. Karena para PKL (pedagang kaki lima) "diliburkan" selama 1 minggu oleh satgas," kata Rani dalam e-mailnya pada detikcom, Rabu (20/4/2005).Karena 'penggusuran' ini, kantin-kantin yang agak menjorok ke dalam yang biasanya sepi menjadi membludak dan makanan pun cepat habis. Dan ini pun tejadi di sepanjang jalan yang dilalui oleh para tamu KAA. "Padahal PKL adalah fenomena Indonesia, dan para petinggi negara seolah menutupi keadaan yang sesungguhnya," sesal Rani.Rani juga menyoroti banyaknya tentara menentang senapan di Jl Sudirman-Jl MH Thamrin. "Tentara ada di setiap perkantoran sambail memegang senapan. Terlintas dalam benak saya, apakah senapan tsb berisi peluru? Selain di perkantoran, tentara pun berjaga di setiap jembatan penyebarangan di ujung kiri dan kanan, masing-masing berpasangan," tuturnya.Penertiban pada PKL juga dilakukan di kawasan bisnis Melawai-Blok M, Jaksel. Petugas keamanan dari Matriks yang biasanya 'mengutip' seribu perak kepada setiap PKL yang mangkal, sejak Jumat (15 April) telah woro-woro bahwa per tanggal 18 April - d 25 April, semua PKL malam dilarang buka.Beberapa PKL malam ada yang memberanikan diri mendatangi Matriks dan menanyakan kenapa. Jawabannya ya karena terkait dengan penyelenggaraan KAA ini. "Meski bingung, apa kaitannya PKL dengan KAA, semuanya manut. Meski juga getir. Seminggu nggak dagang, mau makan dari mana?"tutur Puthut, pembaca detikcom lainnya."Spirit KAA telah membawa pemerintah jadi penipu bagi dunia atas realita kehidupan malam di Jakarta," keluh Puthut yang terpaksa gagal menggelar acara hiburan malam di kawasan tersebut juga karena KAA.Suryadi Kurniawan yang bekerja di Plaza BII Jl MH Thamrin, mengkhawatirkan macet yang tak terkira terkait KAA. "Kenapa sih besok nggak diliburin saja yang job di Jakarta. Masalahnya nggak kebayang bakal macetnya. Malam kemarin saja saya dari arah Tanah Abang mau ke Jln Thamrin distop sampai 2 kali traffic lightnya hijau nggak jalan-jalan (pukul 19.30 WIB-an). Apalagi besok?" katanya.B Sjahboeddin hanya berkomentar pendek," Macet...macet...macet geetuu loohh..."Pembaca detikcom juga banyak yang bertanya tentang jalanan yang akan ditutup, dialihkan atau tutup buka selama KAA berlangsung. Rupanya penerangan aparat dirasa belum gamblang. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads