Informasi menyebutkan, Jumat (24/3/2017), Thomas hendak melancong ke Don Muang, Thailand, dengan penerbangan AirAsia pukul 07.05 WITa. Memasuki terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai, mesin x-ray Aviation Security menemukan benda mencurigakan dari tas Thomas.
Tas ransel hitam itu lalu diperiksa manual dan ditemukan ada satu magazein berisi 12 peluru tajam. Kemudian Thomas diserahkan kepada Bea Cukai Bandara Ngurah Rai yang melanjutkannya kepihak kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia membawa itu karena pengakuannya berprofesi sebagai instruktur menembak di negara asalnya. Setelah pemeriksaan kemudian yang bersangkutan dilepaskan," kata Kabid Humas Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja saat dikonfirmasi.
Sementara barang bukti disita oleh petugas demi keamanan penerbangan. Tidak ada senjata api yang ditemukan dari tangan Thomas. (vid/rvk)










































