Ketuk Pintu Layani dengan Hati adalah program kesehatan dari Pemprov DKI yang disiagakan pada satu wilayah tertentu. Lewat program tersebut, Pemprov DKI menyediakan layanan tim kesehatan yang bertanggung jawab di wilayah tertentu.
Dua pasang cagub-cawagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, punya gagasan tersendiri untuk menghadirkan layanan kesehatan bagi warga. Rencana pengembangan program KPLDH juga sudah direncanakan oleh dua pasang calon ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KPLDH menjadi fokus dari program pelayanan kesehatan yang ditawarkan Ahok-Djarot. Dalam situs ahokdjarot.id, Ahok dan Djarot memaparkan apa saja yang sudah dilakukan tim KPLDH dan gagasan pengembangannya.
Djarot menjenguk lansia di Cipayung. (Nathania Riris Michicco/detikcom) |
Baca juga: Sering Kunjungi Warga Sakit, Ahok Cek Program yang Diuji Coba
Untuk pengembangannya, Ahok-Djarot berjanji ada satu dokter untuk setiap 5.000 warga DKI Jakarta. Dokter yang akan disediakan untuk warga melalui program KPLDH akan bersifat seperti dokter pribadi, sehingga kesehatan warga dapat terus terpantau oleh tim ahli. Ahok-Djarot akan mengupayakan tersedianya satu dokter, satu perawat, dan satu bidan untuk melayani 5.000 warga di rumah masing-masing.
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom |
"Kita kan lagi cek 'Ketuk Pintu Layani dengan Hati' itu efektif atau tidak. Nah kita mau tahu," kata Ahok saat ditemui di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/3/2017).
Anies-Sandi
Dikutip dari situs jakartamajubersama.com, Anies dan Sandiaga menyebut dukungan bagi tim dokter di program Ketuk Pintu Layanan dengan Hati perlu ditingkatkan. Nantinya, mereka berniat fokus pada peningkatan pelayanan kesehatan preventif (pencegahan), sehingga warga akan semakin sedikit dan jarang terkena penyakit.
Sandiaga menjenguk Prof Arief Rachman Hakim. (Noval/detikcom) |
Anies-Sandi akan mengembangkan program KPLDH dengan memastikan ketersediaan dokter keluarga bagi setiap 600-700 warga DKI. Dokter keluarga fokus pada upaya preventif dan promotif yang khusus melayani sejumlah keluarga yang telah ditentukan.
Baca juga: Anies-Sandi Bakal Beri Layanan Kesehatan Jemput Bola
Dokter-dokter yang menjalankan program KPLDH juga akan diberi dukungan maksimal agar mampu bertugas dengan baik. Anies-Sandi akan memberikan prioritas kunjungan dokter keluarga untuk lansia dan daerah padat penduduk.
Foto: Rengga Sancaya/detikcom |
Anies saat blusukan ke salah satu korban banjir. (Dok. Timses Anies-Sandi) |
"Secara umum memang kita ingin menjemput bola, turun ke warga. Dan semua hambatan-hambatan bagi usaha preventif itu harus dihilangkan," ujar Anies di kediamannya di Jalan Lebak Bulus Dalam II, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (9/3).
(ams/imk)











































Djarot menjenguk lansia di Cipayung. (Nathania Riris Michicco/detikcom)
Ahok saat menjenguk bayi gizi buruk Foto: Kartika Sari Tarigan
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Sandiaga menjenguk Prof Arief Rachman Hakim. (Noval/detikcom)
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Anies saat blusukan ke salah satu korban banjir. (Dok. Timses Anies-Sandi)