Janji Ahok dan Anies 'Jemput Bola' demi Kesehatan Warga Jakarta

Adu Gagasan

Janji Ahok dan Anies 'Jemput Bola' demi Kesehatan Warga Jakarta

Aditya Mardiastuti - detikNews
Jumat, 24 Mar 2017 14:43 WIB
Janji Ahok dan Anies Jemput Bola demi Kesehatan Warga Jakarta
Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta - Cagub-cawagub DKI bersaing keras menghadirkan program layanan kesehatan yang menjangkau warga DKI. Salah satu yang ditawarkan adalah pengembangan dari program Ketuk Pintu Layani dengan Hati (KPLDH).

Ketuk Pintu Layani dengan Hati adalah program kesehatan dari Pemprov DKI yang disiagakan pada satu wilayah tertentu. Lewat program tersebut, Pemprov DKI menyediakan layanan tim kesehatan yang bertanggung jawab di wilayah tertentu.

Dua pasang cagub-cawagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, punya gagasan tersendiri untuk menghadirkan layanan kesehatan bagi warga. Rencana pengembangan program KPLDH juga sudah direncanakan oleh dua pasang calon ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahok-Djarot

KPLDH menjadi fokus dari program pelayanan kesehatan yang ditawarkan Ahok-Djarot. Dalam situs ahokdjarot.id, Ahok dan Djarot memaparkan apa saja yang sudah dilakukan tim KPLDH dan gagasan pengembangannya.

Djarot jenguk lansia di CipayungDjarot menjenguk lansia di Cipayung. (Nathania Riris Michicco/detikcom)
Ahok dan Djarot menyebut sudah ada tim KPLDH yang terdiri dari dokter, perawat, dan bidan di setiap puskesmas. Rasio tim itu 1 berbanding 5.000. Ahok-Djarot juga telah melayani 60 ribu warga DKI Jakarta. Pasangan nomor urut 2 itu juga telah mengembangkan aplikasi digital untuk pendataan kesehatan masyarakat serta bekerja sama dengan Qlue.

Baca juga: Sering Kunjungi Warga Sakit, Ahok Cek Program yang Diuji Coba



Untuk pengembangannya, Ahok-Djarot berjanji ada satu dokter untuk setiap 5.000 warga DKI Jakarta. Dokter yang akan disediakan untuk warga melalui program KPLDH akan bersifat seperti dokter pribadi, sehingga kesehatan warga dapat terus terpantau oleh tim ahli. Ahok-Djarot akan mengupayakan tersedianya satu dokter, satu perawat, dan satu bidan untuk melayani 5.000 warga di rumah masing-masing.

Janji Ahok dan Anies 'Jemput Bola' Demi Kesehatan Warga JakartaFoto: Aditya Mardiastuti/detikcom


"Kita kan lagi cek 'Ketuk Pintu Layani dengan Hati' itu efektif atau tidak. Nah kita mau tahu," kata Ahok saat ditemui di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/3/2017).


Anies-Sandi

Dikutip dari situs jakartamajubersama.com, Anies dan Sandiaga menyebut dukungan bagi tim dokter di program Ketuk Pintu Layanan dengan Hati perlu ditingkatkan. Nantinya, mereka berniat fokus pada peningkatan pelayanan kesehatan preventif (pencegahan), sehingga warga akan semakin sedikit dan jarang terkena penyakit.

Sandiaga jenguk Prof RachmanSandiaga menjenguk Prof Arief Rachman Hakim. (Noval/detikcom)

Anies-Sandi akan mengembangkan program KPLDH dengan memastikan ketersediaan dokter keluarga bagi setiap 600-700 warga DKI. Dokter keluarga fokus pada upaya preventif dan promotif yang khusus melayani sejumlah keluarga yang telah ditentukan.

Baca juga: Anies-Sandi Bakal Beri Layanan Kesehatan Jemput Bola

Dokter-dokter yang menjalankan program KPLDH juga akan diberi dukungan maksimal agar mampu bertugas dengan baik. Anies-Sandi akan memberikan prioritas kunjungan dokter keluarga untuk lansia dan daerah padat penduduk.

Janji Ahok dan Anies 'Jemput Bola' Demi Kesehatan Warga JakartaFoto: Rengga Sancaya/detikcom
Selain mengembangkan KPLDH, Anies-Sandi menawarkan program layanan kesehatan lainnya. Di antaranya membuat program pos perempuan mandiri untuk merevitalisasi posyandu dan posbindu yang akan diselenggarakan setiap dua minggu. Salah satu yang menonjol pada program ini adalah mengintegrasikan posyandu ke PAUD sehingga lebih mudah memberikan pelayanan.

Anies saat blusukan di salah satu korban banjirAnies saat blusukan ke salah satu korban banjir. (Dok. Timses Anies-Sandi)


"Secara umum memang kita ingin menjemput bola, turun ke warga. Dan semua hambatan-hambatan bagi usaha preventif itu harus dihilangkan," ujar Anies di kediamannya di Jalan Lebak Bulus Dalam II, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (9/3).

(ams/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini