"Memang pemerintah itu sekarang sedang fokus melihat hal-hal yang sampai detail," ujar Luhut dalam sambutannya di gedung BPPT, Jalan MH Thamrin Nomor 8, Jakarta Pusat, Jumat (24/3/2017).
Kadang terdapat inefisiensi. Pemerintah melihat inefisiensi itu berasal dari berbagai lapisan. Presiden, disebut Luhut, juga ingin penyelesaian masalah dilakukan secara transparan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski Luhut tak menyebut secara langsung, 'Kuningan' selama ini kadang identik dengan KPK, yang memiliki dua gedung kantor di Kuningan, Jakarta Selatan.
Luhut mengatakan Jokowi ingin kinerja menteri benar-benar efisien tanpa korupsi. Efisiensi juga dilakukan di berbagai bidang.
Salah satu contoh efisiensi yang dilakukan Presiden, menurut Luhut, adalah proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya. Luhut menyatakan Presiden telah memilih Jepang untuk bekerja sama membangun kereta cepat.
"Misalnya ini Jakarta-Surabaya, kereta ekspres. Itu sudah Presiden memutuskan untuk pakai aja Jepang. Itu mungkin akan digunakan APBN, nanti langsung join study dengan Jepang, langsung kita maju," ucap Luhut. (dnu/fjp)











































