"YN mengaku mengenal NK di Facebook. Mereka pengantin baru karena menikah baru 4 bulan lalu (sebelumnya tertulis 2 bulan). Kepada polisi, YN menjelaskan NK mengaku sebagai makelar jual-beli mobil," kata Kapolsek Kalapanunggal Polres Sukabumi, AKP Sumidjo, kepada wartawan, Jumat (24/3/2017).
Sementara itu, informasi yang dihimpun detikcom, terduga teroris NK di mata warga dikenal sebagai sosok yang baik. Warga baru tahu NK, yang kerap dipanggil abah, tewas ditembak setelah mendapat keterangan dari sejumlah polisi yang melakukan penggeledahan.
"Sosok Mas NK itu ramah dan dekat dengan anak-anak. Cepat bergaul dengan warga, khususnya bapak-bapak disini," tutur Ana (30), salah seorang warga yang juga sepupu YN.
Seperti pengakuan kepada sang istri, terduga teroris NK juga mengaku memiliki bisnis jual-beli mobil kepada warga dan keluarga besar istrinya di Kalapanunggal. "Kita tahunya Mas NK itu jual-beli mobil, dia sering keluar juga untuk bisnis itu," tutur Ana.
Seperti diberitakan, aparat kepolisian dari Polsek Kalapanunggal dan Polres Sukabumi melakukan penggeledahan di kediaman istri NK, terduga teroris yang tewas di Cilegon, Banten, pada Kamis (23/3) malam tadi. Di rumah berbentuk panggung tersebut, polisi tidak menemukan barang-barang berbahaya yang berkaitan dengan aksi terorisme. (try/try)











































