"Ini hanya ingin membuat masyarakat resah, kelompok itu berhentilah tidak ada manfaatnya upaya-upaya seperti itu," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Martinus saat ditemui di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/3/2017).
Penyebaran pesan berantai isu penculikan anak hanya menimbulkan keresahan dan ketakutan masyarakat. Karena itu, penyebaran kabar hoax sedang diselidiki tim dari Cyber Bareskrim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Martinus menyebutkan ada 30 laporan yang sudah dikumpulkan oleh Polri terkait kasus penculikan anak. Laporan ini terjadi di beberapa daerah seperti, Sumenep, Banten, Malang, serta Sumatera.
"Kalau kita lihat ya, penyebarannya itu diawali dengan adanya postingan foto anak-anak dipotong bagian tubuhnya, diikat, lalu disimpan dalam peti, ada juga informasi penculikan anak yang dilakukan orang gila, ada informasi bahwa ada sebuah kelompok yang ingin mengambil organ tubuh, macam-macam," tuturnya. (fdn/rvk)










































