Parlemen Irak Tuntut Permintaan Maaf dari AS

Parlemen Irak Tuntut Permintaan Maaf dari AS

- detikNews
Rabu, 20 Apr 2005 10:55 WIB
Jakarta - Para anggota parlemen Irak menuntut pemerintah Amerika Serikat untuk meminta maaf. Pasalnya, seorang anggota legislatif Irak dari etnis Syiah telah diborgol tangannya dan dipermalukan di sebuah pos pemeriksaan AS.Fattah al-Sheik berdiri dan menangis di depan Majelis Nasional Irak saat menceritakan insiden yang menimpa anggota parlemen itu. Majelis yang tengah bersidang untuk menyusun konstitusi negara, terpaksa menghentikan sidang.Diungkapkan al-Sheik, kendaraan yang dinaikinya dihentikan oleh tentara AS di sebuah pos pemeriksaan saat ia dalam perjalanan ke kantor. Menurut pengakuannya, seorang prajurit AS kemudian menendang mobilnya, menghina dirinya dan memborgol tangannya."Apa yang terjadi pada saya mencerminkan penghinaan bagi seluruh Majelis Nasional yang dipilih oleh rakyat Irak. Ini menunjukkan bahwa demokrasi yang kita nikmati adalah palsu," cetus al-Sheik seperti dilansir Associated Press, Rabu (20/4/2005). "Lewat insiden seperti itu, militer AS berusaha memperlihatkan bahwa kekuatan pengendali yang sebenarnya di negeri ini, bukanlah pemerintahan baru," imbuh anggota Majelis Nasional yang terkait ulama radikal Syiah Muqtada al-Sadr.Partai kecil pimpinan al-Sheik disebut-sebut terkait dengan ulama al-Sadr, yang memimpin berbagai aksi perlawanan menentang pasukan AS dan koalisi pada tahun 2004 lalu. Irakmemperlihatkan Fattah al-Sheik berdiri dan menangis saat menceritakan insiden yang menimpanya.Majelis Nasional Irak mengeluarkan statemen yang menuntut permintaan maaf dari Kedutaan AS. Majelis juga mendesak AS untuk menghukum tentaranya yang telah melakukan pelanggaran tersebut.Pihak militer AS menyatakan menyesal atas terjadinya insiden tersebut. "Kami menyesalkan terjadinya insiden ini dan kami sedang melakukan investigasi penuh," demikian pernyataan militer AS yang disampaikan Brigjen. Karl R. Horst. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads