DetikNews
Jumat 24 Maret 2017, 09:23 WIB

Andi Narogong Sudah Jadi Tersangka, Selanjutnya Siapa?

Fajar Pratama - detikNews
Andi Narogong Sudah Jadi Tersangka, Selanjutnya Siapa? Andi Narogong/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Ketika Irman dan Sugiharto, dua eks pejabat Kemendagri yang menjadi tersangka kasus e-KTP didakwa disebutkan ada sejumlah pihak lain yang ikut berperan, salah satunya Andi 'Narogong' Agustisnus. Kini Andi Narogong sudah berstatus tersangka. Selanjutnya siapa?

Andi Narogong ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP pada Kamis (24/9/2017). Tak lama setelah Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (Sprindik) diteken pimpinan KPK, Andi Narogong ditangkap penyidik pada Kamis siang.

Kini Andi masih menjalani pemeriksaan di kantor KPK. Usai pemeriksaan dia kabarnya akan langsung ditahan.


Dua pekan sebelum ditetapkan sebagai tersangka, nama Andi Narogong sudah santer disebut dalam kasus ini. Namanya masuk dalam surat dakwaan untuk Irman dan Sugiharto di mana Narogong disebut berperan aktif sebagai donatur uang pelicin pembahasan anggaran e-KTP oleh anggota DPR.

Jaksa KPK menyebut Irman dan Sugiharto didakwa melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi bersama-sama dengan 5 orang lainnya, termasuk Andi Narogong.

Baca Juga: Mereka yang Disebut Ikut Terlibat Aktif Korupsi e-KTP

"Bahwa terdakwa I dan terdakwa II bersama-sama dengan Andi Agustinus alias Andi Narogong selaku penyedia barang dan jasa pada Kemendagri, Isnu Edhi Wijaya selaku ketua konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia atau PNRI, Diah Anggraini selaku Sekretaris Jenderal Kemendagri, Setya Novanto selaku Ketua Fraksi Partai Golkar, dan Drajat Wisnu Setyawan selaku ketua panitia pengadaan barang dan jasa di lingkungan Ditjen Dukcapil tahun 2011, yang melakukan atau yang turut serta melakukan secara melawan hukum," demikian bunyi surat dakwaan yang dibaca jaksa KPK.

Nama-nama tersebut di atas masuk dalam rangkaian Pasal 55 KUHP yang berisi mengenai suatu tindak pidana yang dilakukan secara bersama-sama dengan pihak lain.

Kini Andi Narogong sudah jadi tersangka. Akankah KPK akan menjerat nama lain?

"Kalau menyangkut Pasal 55 ini ada unsur niat bersama-sama. Ada unsur kehendak bersama, makanya dimasukkan bersama-sama," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengenai pihak-pihak lainnya.
(fjp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed