Kemnaker Gandeng Slank Kembangkan Aplikasi Pencari Kerja

Kemnaker Gandeng Slank Kembangkan Aplikasi Pencari Kerja

Haris Fadhil - detikNews
Kamis, 23 Mar 2017 23:09 WIB
Kemnaker Gandeng Slank Kembangkan Aplikasi Pencari Kerja
Foto: Istimewa
Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengajak grup musik Slank untuk bekerjasama dalam mengembangkan aplikasi pencari kerja Join Kandidat. Aplikasi tersebut dirancang untuk para pencari kerja dan bisa diunduh melalui smartphone.

"Kementerian Ketenagakerjaan mendukung penuh kerjasama peluncuran aplikasi ini. Aplikasi ini sangat mempermudah angkatan kerja Indonesia mendapatkan pekerjaan. Terutama angkatan kerja yang minim keterampilan. 62 persen angkatan kerja Indonesia adalah lulusan SD dan SMP," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (23/3/2017).

Pertemuan itu dihadiri juga personel Slank Bimbim, Kaka dan Ivan serta perwakilan dari Join Kandidat termasuk CEO-nya, Adisetya. Menurut Adisetya, aplikasi ini dibuat untuk mengakomodir para pencari kerja yang menurutnya adalah pengangguran drop out.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Join Kandidat sangat mempermudah mendapatkan pekerjaan sesuai dengan yang diinginkan secara mudah," ujarnya.

Sementara itu, Bimbim mengatakan, pihaknya tertarik mengembangkan aplikasi ini. Alasannya mereka terpanggil untuk mendorong pengangguran mendapatkan pekerjaan dengan mudah.

"Apalagi sebagian Slankers (fans Slank) adalah kalangan marginal," ucap Bimbim.

Aplikasi Join kandidat sendiri tidaklah gratis, para pengguna harus membayar Rp 15 ribu saat mengunduhnya. Nantinya para pencari kerja di aplikasi ini para pekerja akan memiliki satu akun berisi data diri, jenis pekerjaan yang diharapkan sesuai kemampuan yang dimiliki dan data lainnya termasuk foto yang harus diambil sendiri secara langsung alias selfie.

Para pencari kerja bebas mencantumkan jenis pekerjaan apapun yang diinginkan selama pekerjaan itu tidak melanggar hukum. Setelah data para pencari kerja masuk, aplikasi ini akan "mengetuk pintu" ke semua perusahaan yang bergabung dengan Join Kandidat.

Aplikasi ini juga mempermudah perusahaan mencari kandidat pekerja secara real time, sesuai dengan kriteria yang dicari, tanpa harus memasang lowongan kerja dan repot menyeleksi banyaknya lamaran yang masuk padahal hanya membutuhkan sedikit tenaga kerja. Selanjutnya perusahaan dapat mengundang kandidat yang dianggap sesuai untuk interview.

Adisetya sebagai CEO menggaris bawahi, jika job portal yang ada saat ini adalah menyajikan lowongan pekerjaan. Sebaliknya, Join Kandidat yang sahamnya juga dimiliki oleh Slank ini menyediakan informasi tenaga kerja.

Lebih lanjut dia mengatakan dengan mengunduh aplikasi ini, para pengguna juga bisa langsung bekerja. karena aplikasi Join Kandidat dilengkapi dengan fitur kpay. Dengan demikian, para pengguna aplikasi itu bisa melayani pembelian pulsa, pembayaran token listrik, PDAM, iuran BPJS, angsuran kredit, TV cabel, voucher game dan sebagainya.

Aplikasi ini akan diluncurkan 10 Mei 2017 mendatang dan diharapkan diunduh oleh 750 ribu Kandidat sepanjang 2017. Targetnya hingga tahun 2019 nanti terdapat 7,5 juta kandidat yang terdaftar dan mampu mendukung program pemerintahan Presiden Joko Widodo yang mentargetkan 10 juta kesempatan kerja. (HSF/nkn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads