"Jauh ngomong itu, Pilkada DKI aja susah setengah mati, ini ngomong Pilpres," kata Djarot seraya tertawa usai bertemu warga di Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (23/3/207).
Dia enggan berkomentar lebih jauh soal pasangannya di Pilgub DKI yang masuk survei capres 2019. Djarot juga memilih bungkam ketika ditanya soal peluang Ahok maju dalam kontestasi Pilpres 2019.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga : Head to Head Versi Indo Barometer: Jokowi 50,2%, Prabowo 28,8% (https://news.detik.com/berita/3454072/head-to-head-versi-indo-barometer-jokowi-502-prabowo-288
Nama Ahok berada di posisi ketiga saat Indo Barometer mengukur elektabilitas calon presiden di Pilpres 2019 dengan metode top of mind. Hasilnya, mayoritas responden memilih Jokowi sebagai presiden. Berikut urutannya:
1. Joko Widodo 31,3%
2. Prabowo Subianto 9,8%
3. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 8,3%
4. Anies Baswedan 4,5%
5. Ridwan Kamil 3,1%
6. Tri Rismaharini 2,8%
7. Megawati Soekarnoputri 2,7%
8. Gatot Nurmantyo 1,9%
9. Hary Tanoesoedbjo 1,2%
Selanjutnya, Indo Barometer melakukan simulasi 18 nama. Hasilnya nama Ahok berada di urutan ke-3 di setelah Presiden Joko Widodo dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Berikut urutannya:
1. Joko Widodo: 45,6%
2. Prabowo Subianto: 9,8%
3. Basuki Tjahaja Purnama: 8,7%
4. Ridwan Kamil 3,5%
5. Agus Harimurti Yudhoyono 2,5%
6. Sohibul Iman 2,1%
7. Tri Rismaharini 2%
8. Megawati Soekarnoputri 1,6%
9. Jusuf Kalla 1%
Survei nasional Indo Barometer ini dilaksanakan di 34 provinsi pada 4-14 Maret 2017. Dengan jumlah responden 1.200 orang, margin error pada survei tersebut sebesar kurang lebih 3,0%. (nth/ams)











































