Kepala Satpol PP Aceh Dedy Yuswardi mengatakan ada sekitar 100 personel yang dikerahkan untuk melakukan patroli dan penjagaan sekolah di Banda Aceh dan Aceh Besar. Untuk satu sekolah, ditugaskan 3 hingga 4 personel Satpol PP.
"Anggota kita tempatkan di sana saat jam-jam sibuk seperti pagi atau pulang sekolah. Jika ada sekolah yang belajar sampai sore, akan mengawal hingga selesai," kata Yuswardi kepada wartawan, Kamis (23/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penempatan personel Satpol PP ini dilakukan untuk mencegah keresahan masyarakat terkait isu penculikan anak. Meski demikian, hingga hari ini belum ada laporan kasus penculikan di Banda Aceh.
"Kita minta orang tua tetap waspada dan menjaga anak-anak mereka," ujar Yuswardi.
Beberapa hari lalu, seorang siswi kelas enam Sekolah Dasar di Banda Aceh nyaris menjadi korban penculikan. Pelaku mengajak korban pulang dan mengaku diminta orang tua korban untuk menjemputnya dari sekolah.
Aksi percobaan penculikan tersebut terjadi di SDN 24 Lampineung Gampong Kota Baru Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Aceh pada Senin (20/3) lalu . Saat itu, korban Quratun Aini (12) disambangi oleh seorang pria yang tak dikenalnya. Ia kemudian diajak pulang oleh pelaku.
"Siswi tersebut diajak oleh orang yang tidak dikenal dengan modus disuruh jemput orang tuanya. Akan tetapi siswi tersebut tidak mau karena tidak mengenali orang tersebut," kata Kapolsek Kuta Alam AKP Syukrif Panigoro kepada wartawan, Selasa (21/3). (idh/rvk)











































