"Rombongan tersangka berangkat dari arah Anyer dengan 2 kendaraan mobil Avanza, terdiri dari masing-masing mobil 2 orang," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (23/3/2017).
Setiba di Ciwandan, mobil terduga teroris sempat melambat sehingga petugas mengambil kesempatan menghentikan mereka dengan cara memotong laju mobil tersebut. AS dan IP, yang ada di mobil pertama, langsung menyerah sehingga dapat langsung ditangkap.
Sedangkan untuk mobil 2 (NK dan AM), saat lajunya dipotong petugas, mereka malah tidak kooperatif dan memacu kendaraannya untuk menabrak mobil petugas yang menghadang sehingga dilumpuhkan. "Kemudian dalam perjalanan ke rumah sakit, NK meninggal," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keterlibatan NK, mengikuti pertemuan Anshor Daulah di Batu, Malang, pada 20-25 November 2015, NK sebagai pengajar teknik persenjataan," kata Boy.
Baca juga: Terduga Teroris Cilegon Terlibat Bom Gereja Samarinda dan Thamrin
Selain itu, NK merencanakan pelatihan militer di Halmahera, yang akan dijadikan basis pelatihan militer kelompok Anshor Daulah pengganti Poso, Sulawesi Tengah.
"Menyembunyikan Abu Asybal selama dalam pelarian pasca-bom Thamrin 2016," ujarnya. (idh/try)











































