Dalam kunjungan ini, Zulkifli ingin melihat perkembangan keadaan berbangsa dimana menurutnya nilai-nilai luhur ke Indonesiaan mulai memudar.
"Kita harus kembali ke nilai-nilai ke-Indonesiaan. Karena itu, ini tugas kewajiban MPR untuk sosialisasi khususnya di Perguruan Tinggi. Karena mahasiswa adalah agen perubahan," ujar Zulkifli di Kampus USU, Kamis (23/3/2017)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu, kita harus bersatu agar kita berdaulat. Kita harus berdaulat agar berlaku adil," ujarnya.
Kemudian, Zulkifli menjelaskan tentang Negara Kesatuan Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia memiliki beragam suku. Atas hal itu, ia menegaskan suku manapun boleh tinggal dimana saja di Negara Indonesia.
"Jadi, darimana pun kita, dari suku manapun kita, boleh tinggal dimana saja. Suku Aceh, Jawa misalnya, ya boleh tinggal di Sumut. Haknya juga sama dengan orang di Sumut," terangnya.
"Indonesia memang berbeda-beda. Persoalan sekarang ini yaitu kesenjangan dan daya saing. Kalau kita tak memiliki daya saing, habis kita ini. Bisa-bisa beli shampo, baju, tahu, gula impor," tambah Zulkifli.
Usai melakukan sosialisasi tersebut, ia tampak menyalami sejumlah mahasiswa-mahasiswi. Tak sedikit dari mahasiswa itu meminta foto bareng dengan Zulkifli. (ega/ega)











































