"Ini kawasannya kumuh ya mesti isunya mau digusur ya sehingga warga takut ya, bener? Saya tadi mboten, isunya kan begitu, warga ditakuti nggak milih nomor dua. Tapi warga nggak takut ya tetap milih nomor dua," kata Djarot saat menyapa warga di lokasi tersebut, Kamis (23/3/2017).
"Saya sambil jalan tanya sejarahnya seperti apa. Lahan ini milik Sekretariat Negara makanya perlu diundang Sekretariat Negara mau dijadikan apa. Pemda akan fasilitasi ketemu Sekretariat Negara supaya ada kepastian, supaya penyelesaian warga betul ada solusinya," tambah Djarot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djarot memperhatikan banyak warga yang takut melihat kedatangannya lantaran isu penggusuran. Untuk itu dia memastikan pada warga bahwa Sekretariat Negara bahwa yang digusur hanyalah warga yang menempati bantaran sungai dan kolong jembatan.
"Kita itu tidak pernah gusur lokasi seperti ini, yang digusur yang di bantaran sungai, kolong jembatan supaya kalinya bersih dan tidak banjir. Ini di kolong jembatan nggak? Bantaran sungai nggak? Tanahnya Setneg? Iya," tutupnya. (nth/imk)










































