Djarot Berpeci di Surat Suara Putaran II, Median: Itu Strategi

Djarot Berpeci di Surat Suara Putaran II, Median: Itu Strategi

Erwin Dariyanto - detikNews
Kamis, 23 Mar 2017 15:21 WIB
Djarot Berpeci di Surat Suara Putaran II, Median: Itu Strategi
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun (Foto: Dokumentasi Median)
Jakarta - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tampil beda di Pilgub putaran dua. Nantinya di kertas suara Djarot akan tampil dengan mengenakan peci warna hitam. Di putaran pertama lalu dia dan pasangannya Cagub Basuki Tjajaja Purnama (Ahok) tampil hanya dengan kemeja kotak-kotak.

Djarot Berpeci di Surat Suara Putaran II, Median: Itu Strategi Foto: Dok. Istimewa


Strategi apa yang ingin diterapkan Djarot di putaran II ini?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Eksekutif Media Survei Indonesia (Median), Rico Marbun mengatakan dengan berpeci, Djarot berusaha memperbaiki citranya bersama Ahok yang kurang baik di spektrum kelompok pemilih muslim.

"Penggunaan peci merupakah salah satu pilihan yang logis dan konsisten dengan strategi itu (merebut pemilih muslim). Sebab memang kompetisi paling kuat tinggal di segmen demografi itu," kata Rico kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/3/2017).

Ada juga indikasi lain bahwa Ahok-Djarot ingin merebut suara dari kalangan pemilih muslim. Indikasi itu, kata Rico, terlihat dari seringnya Ahok menghadiri acara di basis pemilih Nahdliyin.

Namun dibanding Ahok, memang Djarot lah yang dijadikan garda terdepan dalam strategi merebut hati pemilih muslim. Hal ini bisa dipahami karena figur Djarot paling kecil peluang resistensinya.

"Sepertinya kalau kita lihat sosok Djarot-lah yang dijadikan garda terdepan dalam strategi merebut spektrum pemilih muslim. Dan ini logis juga mengingat figur Djarot lebih kecil peluang resistensinya," kata Rico.

"Kita bisa lihat Pak Djarot aktif sekali menghadiri banyak acara pengajian. Termasuk yang sempat heboh beberapa waktu lalu di Masjid At Tin di acara Haul Soeharto," tambah dia.

Rico menambahkan, keuntungan lainnya dari Djarot mengenakan peci yakni tidak mendatangkan resistensi dari basis PDIP yang notabene adalah kelompok nasionalis. "Kenapa, karena selain sering digunakan untuk ritual ibadah, peci juga telah menjadi semacam simbol dan budaya bangsa Indonesia," kata dia.

"Jadi strategi peci ini bisa mengambil hati pemilih muslim tapi juga tidak mendatangkan resistensi di kelompok pemilih nasionalis yang bisa jadi sebagian dalam kategori abangan," tutup Rico. (erd/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads