Djarot tiba di di GOR Senen, Jakarta Pusat, sekitar pukul 10.55 WIB dan disambut oleh Ketua Umum DPP Pagar Jati, Jaya Hambali (Cak Macan). Dalam acara tersebut, Djarot mengenakan peci serta kemeja tenun ikat berwarna cokelat dan merah.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu 'Indonesia Raya' dan dilanjutkan dengan pembacaan doa. Sebagai bentuk penghargaan, Jaya Hambali memberikan jaket berwarna hitam berlambang bendera merah-putih kepada Djarot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terima kasih warga Jawa Timur yang sudah mendukung saya untuk memenangkan saya di Pilkada Jakarta ini," ujarnya.
Dalam sambutannya, Djarot mengaku sebagai wong Jawa Timur yang lahir di Magelang, Jawa Tengah. "Jadi orang Jawa Tengah banyak protes, 'Bapak orang mana?', ya saya ini orang Indonesia, makanya saya tahu karakter warga Jatim selalu kompak dan bersatu untuk maju," tuturnya.
Djarot menghadiri acara Paguyuban Arek Jawa Timur. (Nathania Riris Michicco/detikcom) |
Djarot bangga karena warga Jakarta yang berasal dari luar daerah bisa tetap kompak dan bersatu padu. Ini menjadi bukti bahwa Jakarta adalah miniatur Indonesia yang harus diperkokoh.
"Kita bersatu dalam keberagaman. Kita harus menciptakan situasi Jakarta yang sejuk, aman, sing sabar supaya Jakarta sejuk dan aman. Kalau orang Jatim wes ngamuk, angel," katanya, dengan logat khas Jawa Timur, yang kembali disambut tepuk tangan.
Sebelum bersalawat, Djarot juga menyatakan bersedia menjadi pembina Pagar Jati.
"Tadi Cak Macan bilang, 'Cak Djarot, mau nggak jadi pembina Pagar Jati', insyaallah saya jadi pembina Pagar Jati agar Pagar Jati satu. Kita akan jalin terus tali silaturahim agar Pagar Jati bisa satu dan maju terus bersama warga Jakarta lain," tutur Djarot.
Mendengar pernyataan itu, peserta pun kembali menyerukan nama Djarot dan bertepuk tangan. (nth/imk)












































Djarot menghadiri acara Paguyuban Arek Jawa Timur. (Nathania Riris Michicco/detikcom)