"Saya instruksikan Kadishub untuk mengkoordinasikan semua armada mobil dinas yang tersedia, silakan diatur pendistribusiannya sehingga warga tidak bingung mencarinya," kata Bima dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (23/3/2017).
Intruksi ini merupakan salah satu poin hasil rapat Bima dengan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di ruang Paseban Sri Bima yang digelar pada Rabu 22 Maret 2017 malam hari. Bima didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saya mengharapkan betul-betul semua rekan di wilayah untuk terus memantau wilayahnya, begitu ada kejadian sekecil apapun langsung koordinasikan dan laporkan kepada pihak kepolisian dan TNI," ungkap Bima.
Danrem 061 Suryakencana Kol Inf Mirza Agus yang turut hadir bersama Dandim 0606 Kota Bogor Letkol Arm Dodi Suhardiman menyatakan kesiapan seluruh personel TNI AD yang ada untuk membantu menjaga kondusifitas Kota Bogor.
"Kami sudah perintahkan semua jajaran Dandim di bawah Danrem untuk menyekat gerombolan angkot maupun online agar tidak terjadi gesekan-gesekan susulan dan tetap siap siaga sehingga harapan kita menjaga kondusifitas Kota Bogor tetap terjaga," jelas Mirza Agus.
Sementara itu Dandim 0606 Kota Bogor menyarankan agar armada yang diturunkan agar segera diinventarisir dan dibagi pendistribusiannya. Dukungan juga disampaikan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, ia mengimbau kepada aparat di wilayah agar diinformasikan kejadian apapun.
Menanggapi hal itu, Kadis Perhubungan Kota Bogor Rakhmawati langsung merespond cepat. Menurutnya, selain mobil dinas yang diturunkan, banyak warga juga yang secara sukarela ingin membantu dengan kendaraan pribadinya.
"Untuk armada bus Trans Pakuan total ada 14 unit Trans Pakuan yang akan diterjunkan untuk membantu mengangkut warga, keterbatasan sopir yang berjumlah 10 orang akan dibantu personel TNI," katanya.
(jor/aan)











































