Gus Sholah: Tidak Boleh Ada Perpecahan di Pilkada DKI

Gus Sholah: Tidak Boleh Ada Perpecahan di Pilkada DKI

Nathania Riris Michico - detikNews
Rabu, 22 Mar 2017 22:28 WIB
Gus Sholah: Tidak Boleh Ada Perpecahan di Pilkada DKI
Foto: Nathania Riris Michicco/detikcom
Jakarta - Saat bertemu dengan Cawagub DKI Djarot Saiful Hidayat, pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng KH Salahudin Wahid (Gus Sholah) tak menampik turut membahas soal Pilkada DKI. Namun dia membantah jika pertemuan tersebut sebagai bentuk dukungan bagi cawagub nomor urut dua tersebut.

"Rasanya ndak, ndak ada yang khusus, jaga kesehatan karena (Pilkada) ini kan masih satu bulan lagi, capek loh itu, capek betul kepala di bawah kaki di atas," kata Gus Sholah di kediamannya, Jl Bangka Raya, Jakarta Selatan, Rabu (22/3/2017).

Menurut tokoh ulama tersebut, yang membuat 'hangat' Pilkada di DKI adalah para pendukung cagub dan cawagub.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang ramai ini kan pendukungnya, kadang-kadang main bola di lapangan enggak berkelahi, tapi Bonek sama Aremania itu berantem," ujar Gus Sholah berseloroh.

Namun, Gus Sholah memiliki pesan tersendiri bagi Pilgub DKI yang masih berlangsung di putaran kedua. Dia mengibaratkan Pilkada DKI ini sebagai pertandingan bola yang harus dimainkan secara sehat hingga usai.

"Saya pikir untuk kita semua, pertama Pilkada ini kan kompetisi, kompetisi itu harus sehat. Main bola itu kan ada free kick, ada penalti, kalau penalti biasanya berhasil gol. Kalau free kick tendangan bebas. Nah ini kan kita jaga jangan sampai kena kartu merah," terangnya.

Gus Sholah juga mengakui sudah tentu ada pemain yang bermain kasar apalagi di masa 'injury time' Pilkada DKI. Namun dia berharap tidak ada rasa benci dan saling menjatuhkan di pesta demokrasi warga Jakarta ini.

"Ya namanya permainan selalu ada pemain yang tidak dapat mengendalikan diri, kasar. Selesai pertandingan, dua kali periode ya selesai, kan dua kali dua bulan, abis itu sudah selesai. Jangan sampai ada kelanjutan, tidak boleh ada perpecahan," sambungnya.

Dia berharap setiap paslon tetap saling menghargai bahkan setelah Pilgub berakhir. "Kita saling menghormati, saling menghargai toh apapun juga kita adalah bangsa Indonesia. Itu adalah warisan yang kita jaga," tutupnya.

(nth/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads