Macapat Pangkur dari Pegunungan Kendeng untuk Jokowi

Macapat Pangkur dari Pegunungan Kendeng untuk Jokowi

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 22 Mar 2017 17:21 WIB
Macapat Pangkur dari Pegunungan Kendeng untuk Jokowi
Ilustrasi (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Masyarakat dari Pegunungan Kendeng mengupayakan segala cara supaya lingkungan hidupnya tak rusak. Kini Gunarti dan Gunarto yang mengaku dari Pati, Jawa Tengah, menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan memberikan tembang Jawa, supaya Jokowi mau lebih memperhatikan polemik masyarakat versus pabrik semen ini.

Gunarti dan Gunarso menghadiri pertemuan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017). Mereka datang mewakili masyarakat Petani Kendeng Jawa Tengah.

Gunarti dan Gunarso berbincang dengan Jokowi sejenak, hanya beberapa menit saja. Tak lama, acara selesai, mata Gunarti terlihat sembab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pabrik semen itu dibutuhkan, tapi nggak semua orang hidup untuk semen. Makanya kami lebih baik memilih Tanah Air kami. Kami tetap ingin jadi petani," tutur Gunarti kepada wartawan di lokasi.

Dalam kesempatan yang singkat itu, Gunarti menyampaikan ke Jokowi soal keadaan di Kendeng. Masyarakat takut dengan izin lingkungan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Saya tanya ke Pak Jokowi, apa yang bisa dilakukan Pak Presiden," kata Gunarti.

Namun Gunarti tak merasa lega dengan respons Jokowi. Inilah yang membuatnya sedih. Jokowi, menurut Gunarti, menyatakan perkara izin lingkungan itu adalah kewenangan Ganjar.

"Pak Jokowi bilang, kalau mengenai izin baru, kewenangan izin kan ada di Gubernur. Ya diselesaikan Gubernur. Jangan semua masalah dibawa ke sini (meja Jokowi). Kalau di sini KLHS," tuturnya.

Ada prinsip otonomi daerah yang menghalangi campur tangan Jokowi ke polemik pabrik semen di pegunungan Kendeng. Kini pemerintah pusat yang dipimpin Jokowi akan mengkaji cermat Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang menentukan nasib Kendeng ke depan.

"Saya sangat kecewa. Karena harapan saya kan paling tidak ada yang dilakukan Pak Presiden, karena KLHS belum keluar," kata Gunarti.

Sebenarnya Gunarti punya rencana untuk melantunkan tembang Macapat Pangkur di depan Jokowi. Namun karena alur acara tak memungkinkannya untuk melakukan itu, maka Gunarti hanya menyerahkan secarik kertas berisi tembang itu untuk Jokowi.

"Tembang Macapat Pangkur, dua pada (bait). Isinya mengingatkan Pak Jokowi soal adanya kriminalisasi pabrik itu. Ini negerinya rakyat, namun rakyat jadi korban peraturan dan kebijakan," tuturnya.

Berikut adalah tembang yang diberikan Gunarti ke Jokowi:

Pangkur

Pak Jokowi kang minulya
Dosa napa kang sindang nagri iki?
rakyat ingkang dados kurban
peraturan kebijagan
Nguri-uri Ibu Bumi dipun sakiti
Emut lan emuto Bapak
Nagri niki nagri rakyat

Lamun tan mbela pertiwi
Napa kedah mbela kapitalis?
Napa ta salah kawula?
Pengin Ibu Bumi lestari
Pesenipun Bapak Sukarno rumuhun
Tresnano Ibu Bumi
Tanah Air kangge rakyat

Terjemahan:

Pak Jokowi yang mulia
Dosa apa yang disandang negara ini?
rakyat yang jadi korban
peraturan kebijakan
Menghidupi Ibu Bumi yang disakiti
Ingat dan ingatlah Bapak
Negara ini negara rakyat

Bila tak membela pertiwi
Apa harus membela kapitalis?
Apa sesungguhnya salah hamba?
Ingin Ibu Bumi lestari
Amanat dari Bapak Sukarno dahulu
Sayangilah Ibu Bumi
Tanah Air untuk rakyat (dnu/dhn)


Berita Terkait