"Dia orangnya ramah, bagus sekali. Kita lewat depan kamarnya itu kalau pas dia lagi di luar selalu menyapa. Kita memang merasa kehilangan juga," kata tetangga kost Yuniati bernama Lukman (44) kepada detikcom, Rabu (21/3/2017).
Lukman menambahkan istrinya dekat dengan istri dari Made Suantara (56) itu. Sehingga, tewasnya Yuniati membuat istri Lukman merasakan duka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Lukman, tak ada tetangga yang tahu profil Yuniati dan kehidupannya selain berbincang-bincang dengan tetangga soal hal-hal ringan. Hal ini karena Yuniati diketahui baru satu tahun lebih berada di kost yang terletak di Jl Kutat Lestari, Sanur, Denpasar, Bali, tersebut.
"Baru satu tahun lebih dia di sini sama suaminya. Memang suaminya lebih tua tapi bagus dua-duanya, ramah dan suka berkumpul dengan tetangga," ucap Lukman.
Kemudian pria asal Banyuwangi itu menjelaskan Yuniati pada tanggal 18 Maret 2017 pagi terlihat tengah menyapu teras kamar kost berukuran 4 x 4 meter itu. Namun pada malam harinya, Lukman terkejut melihat keramaian di kos tersebut dan ternyata sesuatu menimpa Yuniati.
"Saya malam itu kebetulan pulang pukul 22.00 WITa dari kerja. Sudah ramai sekali dan katanya dia ditemukan telanjang lalu oleh suaminya ditutupi handuk. Saat mau dibawa ke Klinik dr Ware , dia pingsan saja tahunya," imbuh pekerja bangunan itu.
"Setahu saya tidak ada darah dari dia, hanya pingsan saja. Tapi sudah diselidiki sama polisi," tambah Lukman.
Namun ketika tiba di klinik yang beralamat di Jl Sekuta, Sanur, dr Ware menyatakan Yuniati telah meninggal. Kemudian jenazah Yuniati dibawa ke RSUP Sanglah hingga polisi mengetahui peristiwa ini.
"Bapak dan saudaranya sempat datang ke Bali, kabarnya sempat ke Polsek Denpasar Selatan dan RSUP Sanglah. Tidak ada keluarganya yang ke kost sini," pungkas Lukman.
Sementara pantauan detikcom di TKP, garis kuning polisi masih melintang dan tampak canang (sesaji) di depan pintu. Tampak satu kursi plastik tanpa senderan, satu kursi biru muda dan satu kursi anak-anak berada di teras kamar yang disewa Yuniati tersebut.
Ada pula meja dengan baskom mandi bayi berwarna merah muda di teras tersebut. Ember biru dan keset kaki terdapat di dekat meja itu. Sementara jendela dengan kaca yang sangat gelap menghamburkan pandangan ke dalam kamar.
Untuk masuk ke kost ini harus melalui pintu pagar berwarna hitam berukuran 2 meter. Di balik pintu pagar itu adalah rumah pemilik kost, sementara kamar yang disewakan berada di belakang.
Seorang pedagang bakso dan mie ayam di depan pintu pagar tersebut menyatakan Yuniati sempat memesan 4 bungkus makanan. Hal itu terjadi pada 17 Maret 2017.
"Dia sempat pesan bungkus 3 mie ayam dan 1 bakso," kata penjual Warung Bakso Solo yang enggan disebutkan namanya itu.
Yuniati ditemukan tergeletak di kamar kostnya oleh sang suami pada pukul 21.00 WITa, 18 Maret 2017 lalu. Jenazahnya dibawa ke klinik lalu ke RSUP Sanglah lebih dulu sebelum laporan diterima polisi.
Hal tersebut membuat TKP tidak lagi steril karena banyaknya orang yang telah masuk ke dalam. Tak adanya saksi mata yang melihat langsung malam kejadian sebelum ditemukan tergeletak turut menjadi kendala penyidik mengungkap kasus diduga pembunuhan ini.
Hasil visum sementara menunjukkan adanya memar-memar di pergelangan dan memar diduga akibat tekanan di bawah leher bagian depan. Visum sementara itu mengarahkan pada dugaan penyebab kematian yakni kegagalan pernafasan karena tekanan.
"Saat ini masih kita lakukan penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard Nainggolan pada Senin (20/3) lalu. (vid/rvk)











































