"Jadi bagi kita, kita akan autopsi. Nanti dilihat, apa ini murni bunuh diri atau ada kasus lainnya. Sehingga nanti hasil itu kita beritahukan ke duta besar (Jepang)," kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (22/3/2017).
Martinus mengatakan peristiwa itu akan diinformasikan kepada konsulat Jepang. Kemudian informasi tersebut diharapkan bisa diteruskan ke pemerintah Jepang melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) karena Jiro diketahui sebagai warga negara (WN) Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara teori, kasus bunuh diri itu banyak stimulannya, depresi, kegagalan, melihat mentalitas yang turun. Itu juga bisa membuat seseorang bisa mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri," ucap Martinus.
Hingga saat ini, belum ada kabar mengenai lokasi pemakaman jenazah Jiro. Menurut ketua RT setempat, Manan Arim, lokasi dan waktu pemakaman jenazah Jiro menunggu kabar dari pihak keluarga di Jepang.
Peristiwa bunuh diri Jiro itu terungkap pertama kali oleh istri dan pembantunya pada Selasa (21/3). Jiro ditemukan telah tergantung di kamar mandi rumahnya. Polisi menduga Jiro mengakhiri hidup dengan cara gantung diri karena beban kerja yang berat.
"Motif karena beban kerja terlalu berat. Pekerjaan generalisasi manajer JKT48," ujar Kasubag Humas Polres Tangerang Selatan AKP H Mansuri sebelumnya. (brt/dhn)











































