Sandiaga Mengaku Tak Didukung Pengusaha karena Tolak Reklamasi

Pilgub DKI Putaran Kedua

Sandiaga Mengaku Tak Didukung Pengusaha karena Tolak Reklamasi

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Rabu, 22 Mar 2017 14:27 WIB
Sandiaga Mengaku Tak Didukung Pengusaha karena Tolak Reklamasi
Sandiaga Uno / Foto: Muhammad Fida Ul Haq/detikcom
Jakarta - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku terkendala dalam mengumpulkan dana kampanye. Sandiaga mengatakan komitmennya menolak reklamasi menyebabkan banyak pengusaha menolak memberikan dana.

"Dari kami enggak ada (penggalangan dana), karena kami mau transparan, mau terbuka. Memang mayoritas dari pendukung kami itu masyarakat kelas menengah ke bawah, tidak mau membebani. Saya minta donasi dari pengusaha-pengusaha yang lebih mapan, mengalami kendala juga. Karena isu-isu yang kami angkat itu, menolak reklamasi, tidak terlalu di-support oleh pengusaha-pengusaha besar," kata Sandiaga di Jalan Bangka, Jakarta Selatan, Rabu (22/3/2017).

Sandiaga masih melakukan lobi dengan para pengusaha untuk membantunya dalam kampanye. Ia meyakinkan kepada para pengusaha bahwa dengan program unggulannya kondisi perekonomian Jakarta dapat tetap stabil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tetapi kami sudah mulai ada pembicaraan. Mudah-mudahan beberapa pengusaha yang bisa juga memberikan sumbangsih, karena saya berhasil meyakinkan mereka walaupun fokus kami di warga kelas menengah ke bawah dan warga kebanyakan, tetapi kalau nanti program kami seperti OK-OCE jalan, daya beli meningkat, yang dibeli produk perusahaan besar juga," katanya.

"Sekarang sudah mulai nyambung. Saya sudah mulai diundang lagi oleh Kadin, oleh asosiasi-asosiasi. Belum ada realisasinya, tapi kami mengharapkan nanti bisa berpartisipasi dan ikut sumbangsih dalam perjuangan kami," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, Tim kampanye Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat kembali membuka program dana kampanye patungan 'Kampanye Rakyat'. Menurut Bendahara Timses Ahok-Djarot, Charles Honoris, setelah seminggu 'Kampanye Rakyat' dibuka, terkumpul dana Rp 5 miliar. (fdu/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads