Strategi yang digunakan oleh kedua pasangan ini cukup berbeda pada Pilgub DKI putaran kedua. Jika Anies-Sandi tetap mempertahankan gaya blusukannya ke warga, tidak demikian dengan Ahok-Djarot. Di kampanye putaran kedua, pasangan yang diusung oleh 4 partai tersebut lebih banyak melakukan kampanye senyap. Bahkan yang lebih banyak muncul adalah sang cawagub.
Meski begitu, kedua pasangan tampaknya sama-sama sepakat dengan memperhitungkan suara lansia. Ahok-Djarot dan Anies-Sandi 'menggeber' lebih untuk program-program bagi warga berusia lanjut di putaran dua ini. Begini program dua pasangan calon tersebut:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok-Djarot Siap Luncurkan KJL Sebelum Periode Berganti
Sebagai petahana, Ahok-Djarot punya keunggulan tersendiri dengan meluncurkan program sebelum periode masa jabatan berganti. Termasuk program untuk lansia yang diberi label, Kartu Jakarta Lansia (KJL).
KJL akan diluncurkan tahun ini oleh Ahok-Djarot setelah masa cuti kampanyenya selesai. Hal tersebut disampaikan Djarot saat bertemu warga lansia di tengah kampanyenya.
"Sebelum cuti, akhirnya saya dengan Pak Ahok diskusi, kita luncurkan KJL tahun ini. Kenapa KJL, karena nanti fungsinya sebagai KTP. Setiap bulan nanti mereka akan ditransfer dana untuk membantu biaya hidup. Dana itu bisa dibeli untuk susu, vitamin dan makanan bergizi," kata Djarot saat blusukan di Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (14/3).
Kartu ini nantinya dikhususkan bagi para lansia yang hidup berkekurangan atau tidak ditanggung oleh keluarga. Anggaran yang akan digunakan untuk KJL adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan DKI 2017.
Djarot menuturkan, besaran bantuan yang akan diberikan Pemprov DKI kepada warga lansia dari keluarga tidak mampu atau yang hidup sendiri adalah Rp 600 ribu setiap bulannya. Rencananya KJL akan diluncurkan pada bulan Mei 2017, setelah pencoblosan di putaran kedua dilangsungkan.
Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom |
Meski begitu, mantan Wali Kota Blitar ini mengingatkan kepada para lansia agar tidak memakai dana KJL untuk membeli kebutuhan tersier atau barang-barang mewah seperti handphone dan televisi. Dana KJL juga ditegaskan Djarot tidak diperbolehkan untuk membeli barang-barang yang dapat merusak kesehatan, seperti rokok.
"Saran saya, jangan sakit ya. Supaya rumah sakit kita sepi. Karena warganya pada sehat semua. Makanya, kalau dapat dana KJL, jangan digunakan untuk beli HP baru dan rokok gitu loh ya," tuturnya.
Foto: Nathania Riris Michicco/detikcom |
Untuk mengeksekusi program ini, Pemprov DKI sedang melakukan pendataan jumlah lansia yang ada di enam kota wilayah DKI Jakarta. Khususnya, lansia yang berasal dari keluarga tidak mampu. Lansia yang termasuk golongan tidak mampu dan yang hidup sendiri namun menolak ditempatkan di panti jompo akan diprioritaskan untuk menerima KJL.
"Kita ingin mendata semua lansia yang hidupnya masih kekurangan. Karena mereka yang tidak bersedia ditampung di panti werdha milik Dinas Sosial DKI ingin dekat dengan keluarganya. Kita harus hargai itu. Bagaimana pun dekat dengan keluarga itu obat supaya sehat," lanjutnya.
Bukan hanya tunjangan yang cukup besar setiap bulannya saja bagi lansia, Ahok-Djarot juga memiliki beberapa program lain untuk warga berusia lanjut di ibu kota. Pemberian jaminan kesehatan sudah pasti menjadi unggulan pasangan ini. Bahkan Ahok-Djarot juga akan mengurus hingga masalah pemakaman.
Foto: Jabbar Ramdhani/detikdom |
Djarot juga menjamin akan memberikan pelatihan kepada warga yang memiliki ide kreatif. Djarot berjanji pemerintah akan memberikan modal.
Anies-Sandi Siap Beri Tunjangan Rp 300 Ribu untuk Lansia
Program KJL yang akan diluncurkan Ahok-Djarot menarik perhatian warga lansia di Jakarta. Saat Cagub Anies berkampanye di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Timur, Selasa (21/2), ia mendapat pertanyaan soal itu.
Anies pun lalu mengingatkan bahwa KJL sebenarnya sudah masuk dalam 23 rencana kerjanya dan Sandiaga apabila terpilih sebagai Gubernur dan Wagub DKI. Janji yang diberikan oleh pasangan yang diusung oleh dua parpol itu adalah memberikan tunjangan sebesar Rp 300 ribu per bulannya bagi warga lansia.
Pada kampanye putaran pertama, program ini sebenarnya juga sudah dilontarkan oleh Anies. Pelayanan kesehatan serta kesejahteraan bagi warga lanjut usia menjadi salah satu janji kampanyenya.
Anies menilai pelayanan kesehatan khususnya untuk warga lanjut usia saat ini di DKI belum maksimal. Dia menyebutnya dengan pelayanan kesakitan.
Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom |
Pelayanan kesehatan yang akan dilakukan Anies adalah dengan mendatangi langsung rumah warga. Nantinya akan disiapkan petugas memeriksa kesehatan warga di setiap rumah.
"Besok kita akan berikan pelayanan kesehatan. Nanti akan ada petugas kesehatan yang pekerjaannya adalah mendatangi rumah-rumah ibu semua, memeriksa kesehatan. Jadi keliling kampung-kampung," jelasnya.
Selain pelayanan kesehatan itu, Anies juga memberi janji tunjangan uang kepada lansia. Besarnya separuh dari bantuan dana dari program KJL.
Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikcom |
Beberapa terobosan Anies-Sandi lainnya untuk warga lansia juga dijelaskan di website mereka, www.jakartamajubersama.com dengan sebutan program khusus lansia tunjangan hari tua. Pasangan ini menjanjikan layanan kesehatan pencegahan untuk lansia seperti layanan deteksi kanker gratis, di rumah sakit negeri dan swasta.
Kemudian memperbanyak ruang terbuka hijau ramah dan aman untuk lansia yang dapat digunakan untuk kegiatan lansia (senam lansia, dan sebagainya), memberikan transportasi umum gratis dan publik area ramah dan aman bagi lansia. Lalu melengkapi unit darurat untuk memberikan pertolongan pertama pada pasien di setiap puskesmas dengan standar motor gawat darurat (selain mobil ambulans), untuk masuk ke jalan-jalan sempit.
Foto: Dok Timses Anies-Sandi |
"Kita akan berikan yang terbaik kepada warga Jakarta, termasuk kaum lansia. Sah-sah saja menurut kami (peluncuran KJL). Biar warga Jakarta yang menilai apakah bagian dari varian abuse of power atau abuse of authority. Harus kita cermati sama-sama," ucap Sandiaga seusai makan malam bersama pengurus Kadin DKI Jakarta di gedung Recapital, Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Selasa (21/3). (elz/imk)












































Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom
Foto: Nathania Riris Michicco/detikcom
Foto: Jabbar Ramdhani/detikdom
Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom
Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikcom
Foto: Dok Timses Anies-Sandi