Kandidat Walikota Dumai Minta Dukungan Guru PNS

Kandidat Walikota Dumai Minta Dukungan Guru PNS

- detikNews
Rabu, 20 Apr 2005 01:12 WIB
Pekanbaru - Setelah kandidat Walikota Dumai, Wan Syamsir Yus meminta dukungan sejumlah lurah, kini giliran guru PNS diminta hal yang sama. Kandidat yang sebelumnya masih menjabat Walikota Dumai ini, dinilai telah mengintervensi hak PNS dalam pilkada Juni 2005 mendatang.Sejumlah PNS di jajaran Pemerintah Kota Dumai saat ini mengalami tekanan dari walikotanya sendiri. Mereka mendapat intervensi agar dalam pilkada mendatang, jajaran PNS memberikan dukungan penuh terhadap pencalonan kedua kalinya Wan Syamsir Yus untuk menjadi orang nomor satu di Dumai. , terpaut 300 Km arah Utara dari Pekanbaru.Belum lama ini, sejumlah guru PNS dikumpulkan pihak Dinas Pendidikan Setempat untuk diberikan pengarahan dalam pelaksanaan pilkada. Dalam acara itu langsung dipimpin Walikota Dumai di dampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemko Dumai, Nahar Effendi.Pertemuan yang dihadiri sejumlah guru dari berbagai tingkatan, SD,SMP dan SMU itu, Wan Syamsir Yus terkesan melakukan kampanye terselubung. Dia memberikan iming-iming bagi sekolah yang memberikan dukungan kepadanya akan mendapat dana bantuan Rp10 juta/ sekolah.Menurut sumber detikcom, seorang guru PNS yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, Wan juga menjanjikan akan memperhatikan nasib guru-guru yang ada di Dumai. Kandidat walikota ini juga memberikan iming-iming akan menambah honor para guru PNS, memberikan tunjangan uang tranportasi serta akan memperhatikan dunia pendidikan.Tapi sebenarnya, janji seperti ini, sudah sejak lama didengung-dengungkan ketika Wan Syamsir Yus baru menjabat walikota. Tapi janji manis yang diterima para guru itu, hanya sebuah isapan jempol belaka. Kini janji yang sama diutarakan kembali, ketika Wan Syamsir kembali ingin menjabat walikota untuk kedua kalinya. “Kita ini kan PNS, mestinya tidak dipaksakan untuk memilih salah satu calon walikota,” kata sumber tadi.Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai, Nahar Effendi ketika dikonfirmasi detikcom, membenarkan bahwa pihaknya pada 11 April 2005 mengumpulkan seluruh para guru PNS. Namun dalam pertemuan itu , kata Nahar, bukanlah kampanye terselubung.“Pertemuan itu, hanya merupakan pertemuan antara Walikota dengan guru se-Dumai. Pak Wan Syamsir saat itu, hanya sekedar pamitan dan minta maaf bila dalam kepemimpinannya ada yang kurang berkenan. Sebab, menjelang pilkada ini, masa jabatannya sudah berakhir,” kata Nahar ketika dihubungi per telepon, Rabu (20/4/2005).Nahar juga membantah bila dalam pertemuan itu, para guru dipaksakan untuk mendukung Wan Syamsir Yus. Selain itu dia juga membantah, bahwa Wan Syamsir tidak pernah menjanjikan memberi dana bantuan Rp 10 juta per sekolah, bila dalam pilkada memberikan dukungan penuh terhadapnya.“Dalam pilkada nanti, siapapun yang akan dipilih para guru menjadi hak politik mereka masing-masing. Kami tidak pernah memaksakan untuk satu calon. Jadi, informasi itu sifatnya hanya mengadu domba saja,” katanya. (ism/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads