Rakernas yang diadakan dua hari ini mengangkat tema 'Melalui Rakernas PPAD Tahun 2017 Kita Mantapkan Pelaksanaan Program Kerja PPAD Dalam Rangka Mempertahankan Tetap Tegaknya NKRI yang Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945'. Mulyono mengatakan dengan tema seperti ini, ia berharap PPAD dapat berperan aktif dalam mengawal Pancasila dan UUD 1945.
"Saya berbangga PPAD mengembankan ini sejalan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini, bangsa kita masih mendapat gangguan dari pihak-pihak tertentu, serta menguji ketahanan, kita semua yakin dengan kepedulian dan kepekaan PPAD terus akan berkontribusi mengawal kehidupan bangsa," kata Mulyono dalam sambutannya di Gedung Padepokan Pencak Silat, Jalan Taman Mini I, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur, Rabu (22/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulyono berharap PPAD mampu menghasilkan program kerja yang mengedepankan nilai juang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia juga mengatakan semoga pada Rakernas ini PPAD dapat berperan aktif mendukung program TNI AD.
"TNI AD juga terbuka terhadap segala masukan terkait pembangunan dan gelar pengetahuan, kita ingatkan suara purnawirawan adalah suara TNI AD, dan suara TNI AD adalah suara purnawirawan," ucapnya.
Mulyono juga mengingatkan bagi purnawirawan yang mengikuti partai politik. Ia mengingatkan keikutsertaan tersebut agar tidak membawa dampak pada organisasi PPAD.
"Hal itu agar tidak membawa dampak pada organisasi, kita tetap komitmen, menjaga netralitas dan sungguh-sungguh tidak terpengaruh dengan hal yang berkembang, dalam hal ini TNI AD berharap purnawirawan yang belum tergabung menyatukan visi dan misi sehingga seluruh purnawirawan AD, ikut sumbangsih, karena berpengaruh atas nama besar PPAD dan turut membangun citra positif," tuturnya.
Acara ini dihadiri oleh Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Jaswandi, Ketua umum PPAD Letjen (Purn) Kiki Syahnakri, serta semua para pejabat lingkungan TNI AD.
Foto: Rakernas PPAD (Cici-detikcom) |
Menhan Ajak Purnawirawan Jaga Pertahanan Negara
Sedangkan, Menteri Pertahanan RI (Menhan) Ryamizard Ryacudu juga mengajak para purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD) untuk menjaga pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Harapan kita suasana damai seperti ini dalam menjalani kehidupan sehari-hari terutama dalam kita mengabdikan diri pada bangsa dan negara yang kita cintai, saya sangat berbahagia, saya merasa bangga. Kita buktikan bahwa Pancasila adalah harga mati," kata Ryamizard di lokasi yang sama.
Ryamizard mengatakan landasan Pancasila tidak boleh berubah. Hal ini harus dijadikan sebagai acuan dan landasan utama dalam bersikap dan berfikir.
"Oleh karena itu menjaga keutuhan bangsa Pancasila dan UUD 45 diperlukan, pelaksanaan objektif pancasila terbuka terhadap perkembangan yang terjadi dan sesuai dengan idealisme yang sekarang dijalani," ujarnya.
Ryamizard mengatakan bahwa Indonesia tidak luput dari persoalan ketahanan negara. Menurutnya hal ini mampu memberikan dampak dalam kehidupan berjangka.
"Indonesia mengalami pasang surut, dalam eksistensi, dan keberlangsungan hidup, kalau dilihat dari geostrategis maka bangsa Indonesia berada pada posisi yang rawan, seperti persaingan dan perebutan. Pengaruh dari dalam maupun luar negeri ini dipastikan memberikan dampak dalam kehidupan jangka pendek maupun jangka panjang," tuturnya.
Dalam rakernas ini Ryamizard meminta agar program yang disepakati nanti segera berjalan dengan baik. Ia juga berharap hal ini mampu menjadi momentum dalam melanjutkan evaluasi pengabdian.
"Ini adalah wujud semangat dan tekad TNI, ada rakernas merupakan momentum untuk melanjutkan evaluasi pengabdian, agar ke depannya lebih baik serta pembaharuan patriot dan kerelaan berkorban membuat yang terbaik bagi bangsa yang kita cintai bersama, ini adalah bagian upaya PPAD, guna terus meningkatkan kontribusi dan partisipasi aktif demi mewujudkan masyarakat yang lebih baik," tutupnya. (rvk/ear)












































Foto: Rakernas PPAD (Cici-detikcom)