Mengaku Paspampres, Peserta KUII IV Kecurian Rp 18 Juta Lebih

Mengaku Paspampres, Peserta KUII IV Kecurian Rp 18 Juta Lebih

- detikNews
Selasa, 19 Apr 2005 22:58 WIB
Jakarta - Tindak kriminal pencurian mewarnai penyelenggaraan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) IV. Pencurian menimpa dan merugikan peserta KUII IV sebesar Rp 20 juta lebih. Dua orang peserta kongres asal Jakarta kehilangan sejumlah uang yang berada di tasnya. Kedua orang itu adalah Dra Diana Nurmin dan Makmun Abdullah. Lokasi kehilangan terjadi di Hotel Sahid Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Pusat. Kejadian berlangsung hari ini, Selasa (19/4/2005).Awalnya, ketika makan siang semua peserta kongres berada di Ruang Puri Agung lantai 2. Pelaku mengintai para peserta yang lalai meletakkan tasnya. Kebetulan, korban Diana meninggalkan tas di sebuah kursi. Tas praktis langsung diambil Heru.Aparat yang bernama Herdiansyah mencurigai seseorang mondar-mandir pada saat kongres berlangsung. Herdi langsung mendekati pelaku dan menanyakan aksinya. Pelaku tampak gugup, kemudian aparat memeriksa tas pelaku. Akhirnya ditemukan uang yang ternyata milik Diana sebesar Rp 18 juta dan US$ 200.Sedangkan peserta bernama Makmun kehilangan tas ketika berwudhu di lantai 2. Kejadian kira-kira pukul 18.30 WIB. Tas Makmun berisi Rp 600 ribu, buku tabungan beserta ATM. Makmun merupakan utusan dari keluarga besar KPPI Pusat.Saat ini pelaku sudah digiring ke Polsek Tanah Abang. Pelaku bernama Heru Khaerudin berumur 32 tahun. Ketika tertangkap Heru memakai jas dan dasi. Pelaku lolos dari penjagaan pengamanan hotel karena mengaku dari Paspamres yang ditugaskan meninjau langsung pelaksanaan KUII IV. Untuk meyakinkan pengamanan, pelaku memperlihatkan pin berlogo Paspampres.Setelah diinterogasi, Heru menggunakan BMW hijau seri 3201 nopol B 202 HT. Didalam mobil ditemukan HP, STNK, dokumen-dokumen dan majalah. Kepala keamanan Sahid, Imron mengatakan kasus pencurian ini baru pertama kali terjadi."Karena kasus tersebut maka pelaksanaan kongres semakin diperketat, semua peserta wajib menggunakan id card," sesal Imron. (ism/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini