"Kita coba setiap pagi. Jika memang ada kepadatan, kita lakukan sistem contraflow, sifatnya hanya situasional," ujar Kasat Lantas Polres Jakarta Timur AKBP Sutimin saat berbincang dengan detikcom, Selasa (21/3/2017) malam.
Menurutnya, proyek pembangunan DDT tersebut akan membutuhkan waktu sekitar 2 bulan. Setiap pagi contraflow akan diberlakukan pada pukul 07.00-10.00 WIB. Contraflow ini menggunakan jalur TransJakarta yang mengarah ke Kampung Melayu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutimin mengungkapkan setiap hari akan ada 20 personel Satlantas Polres Jaktim dengan dibantu 15 personel Sabhara Polres Jaktim untuk mengurai kemacetan.
"Sebanyak 20 personel dan 15 anggota Sabhara diterjunkan untuk mengurai kemacetan pagi dan sore hari," ucapnya.
Sutimin mengimbau pengguna jalan yang ingin mengarah ke Jakarta Pusat menghindari ruas Jalan Matraman. Dia menambahkan pengguna jalan disarankan memilih jalur alternatif, salah satunya melalui Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur.
"Untuk pengguna jalan, apabila akan melintasi Jalan Matraman, diharapkan berangkat lebih awal atau mencari jalan alternatif. Misalnya lewat Jalan DI Panjaitan arah Cempaka Putih, sebab kepadatan di Jl DI Panjaitan sudah terurai karena ada penutupan simpang Kebon Nanas," tuturnya. (ibh/rna)











































