"Nggak ada yang khusus, nomor satu soal itu, tanya sama yang bikin ya. Saya nggak bikin, jadi nggak tahu," ujar Anies di Gedung Djoeang 45, Jalan Menteng Raya No 31, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2017).
Anies enggan berkomentar banyak terkait adanya formulir hoax yang mengatasnamakan pihaknya. "Ya, kelihatannya ada pihak-pihak yang waktunya agak longgar untuk membuat hoax. Kami nggak ada komentar," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anies mengaku tidak memiliki langkah khusus untuk menepis formulir hoax tersebut. Baginya, lebih penting turun langsung menyapa warga dengan agenda kampanyenya.
"Nggak ada langkah, kita akan terus pada agenda yang menjadi kepentingan warga Jakarta," imbuh Anies.
Anies menegaskan seluruh hal yang dibuat tim pemenangannya pada masa kampanye ada di situs resminya. Jika ingin memastikan suatu kabar terkait pihaknya, Anies meminta warga mengecek situs tersebut.
"Iya, ini semua yang dibuat oleh tim ada di website jakartamajubersama.com. Jadi, kalau Anda melihat sebuah dokumen, Anda pingin tahu ini datang dari tim atau bukan, kalau ada di situ (website) berarti dokumen dari kami. Kalau nggak ada, berarti bukan," imbau Anies.
Mantan Mendikbud itu menyebut Pilgub DKI Jakarta bagaikan sebuah pertandingan sepakbola. Formulir hoax yang beredar menunjukkan adanya pihak yang berusaha bermain tidak sportif.
"Kami yakin ya, kalau di pertandingan sepakbola itu, kalau pemain dua tim masih fokus di bola, masih yakin menang. Tapi, kalau sudah nendang kaki, sudah lagi tidak fokus di bola. Kelihatannya ada keragu-raguan, dugaan saya," pungkas Anies. (nvl/imk)











































