Aksi Petani Kendeng Terus Jalan sampai Tuntutan Dipenuhi

Aksi Petani Kendeng Terus Jalan sampai Tuntutan Dipenuhi

Heldania Ultri Lubis - detikNews
Selasa, 21 Mar 2017 18:15 WIB
Aksi Petani Kendeng Terus Jalan sampai Tuntutan Dipenuhi
Aksi petani Kendeng (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kuasa hukum pendamping masyarakat Kendeng Haris Azhar mengatakan aksi yang dilakukan petani dari Kendeng, Jawa Tengah, akan terus dilakukan. Aksi itu meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut surat keputusan (SK) terkait izin pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng.

"Aksi akan diteruskan sampai Presiden meminta atau menuntut Ganjar Pranowo mencabut SK baru yang dia keluarkan terkait izin pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng," ujar Haris dalam jumpa pers yang berlangsung di gedung Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Haris merupakan salah satu pihak yang turut melakukan pendampingan terhadap petani Pegunungan Kendeng. Haris menyebut pertemuan perwakilan warga Kendeng dengan Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki pada Senin (20/3) kemarin tidak membuahkan hasil maksimal.

"Ganjar Pranowo sampai hari ini masih hidup dengan mengeluarkan SK itu. SK ini terus mengganggu warga Kendeng, namun Pak Teten tidak berani merespons. Yang terkait dengan Ganjar Pranowo, KSP hanya diam, nggak bisa omong apa-apa," sebut Haris.

Dia mengatakan ada tiga hal pokok yang disampaikan, yaitu mengenai SK yang dikeluarkan, lalu mengenai pengoperasian Semen Indonesia, dan tentang sikap polisi Kendeng yang dia nilai tidak netral. Dia menyebut Teten hanya menanggapi dua dari tiga hal.

Terkait pengoperasian Semen Indonesia, Haris menyebut Teten mengaku segera menghubungi Kementerian BUMN. Kemudian terkait polisi Kendeng, Haris mengatakan Teten akan menelepon pihak Polri.

"Katanya akan dihubungi, tapi sampai hari ini kita tidak tahu bagaimana kelanjutannya, apakah benar dihubungi atau tidak," ujar Haris. (dhn/fjp)


Berita Terkait