Timses Ahok-Djarot optimistis dapat mengumpulkan target patungan kampanye rakyat sebesar Rp 25 miliar hingga 7 April.
"Per hari ini, sejak dibuka, Rp 12,3 miliar. Ada 2.000 partisipan yang patungan. Target kami bisa sampai 7 April," kata bendahara timses Ahok-Djarot, Charles Honoris, di Cemara Media Center, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyambung Charles, staf bendahara timses Ahok-Djarot, Michael Sianipar, mengatakan warga yang sudah berpartisipasi bisa kembali berpartisipasi hingga batas maksimal, yaitu Rp 75 juta per orang dan Rp 750 juta per organisasi berbadan hukum.
"Kita sudah on track. Baik yang sudah menyumbang boleh menyumbang lagi. Kami mau target secepat mungkin, kami mau pastikan uangnya ada waktu mau dipakai," sambung Michael.
Michael mengingatkan agar setiap donasi yang masuk harus dilengkapi formulir. Hal ini untuk mencegah dana tanpa formulir jelas yang akhirnya dikembalikan kepada negara.
"Di putaran pertama, banyak yang tidak melengkapi, makanya dikembalikan ke negara. Kami sarankan yang mau donasi pakai metode yang sudah ada. Supaya mudah dihubungi dan di-follow up," papar Michael.
Menimpali Michael, Charles berharap, dengan batas waktu pengumpulan dana yang kurang dari 2 minggu lagi, warga DKI mau berpartisipasi untuk membantu memenuhi dana kampanye Ahok-Djarot pada putaran dua.
"Ini bukan cuma dana kampanye, tapi juga pembelajaran publik agar ikut ambil bagian pada pemerintahan. Pendiri sudah mengajarkan membangun bangsa dengan gotong royong, kampanye rakyat itu gotong royong. Bisa merasa ikut pemerintahan Ahok-Djarot agar kalau terpilih punya tanggung jawab ke warga DKI," tambah Charles.
Sejauh ini ada 2.050 donatur yang telah berpartisipasi dalam kampanye rakyat. Total dana patungan ini antara lain digunakan untuk pembuatan iklan, pelatihan saksi TPS, dan keperluan logistik selama masa kampanye. (nth/imk)










































