"Pak, saya mau bapak untuk sosialisasi program bapak di Facebook saja pak. Di Facebook aja pak, nggak usah di Path nggak usah di Instgram, cukup di Facebook," ujar seorang Ibu bernama Ita Yusuf kepada Anies di Jalan Rawasari Barat X RT 01 RW 04, Lapangan Kincir Kelurahan Cempaka Putih Barat, Cempaka Putih, Jakarta Timur, Selasa (21/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu pemilihan gubernur putaran pertama itu nggak keluar yang namanya KJL (Kartu Jakarta Lansia). Setelah pemilihan putaran kedua itu keluar di group (Facebook) saya KJL. Katanya lansia itu dapat sekian nominal yang disebutkan Rp 600.000 dulu-dulu ke mana aja, kenapa baru baru sekarang keluar," jelas Ita kepada wartawan.
Menanggapi hal tersebut, Anies berpendapat kampanyenya di media sosial termaksud Facebook telah berjalan cukup baik. Beberapa lembaga bahkan memberi penilaian baik dari kampanye Anies-Sadi di media sosial.
"Bahkan kalau penilaian dari lembaga-lembaga assesment terhadap media sosial, kita selalu tertinggi di dalam kualitas dalam pesan positif. Memang secara kuantitatif kami tidak pakai buzer-buzer, kami tidak punya bayar-bayar tuh buzzer, semuanya relawan," kata Anies.
"Secara kuantitatif kami tidak sebesar petahana, tapi secara pesan kita pesannya positif, bahkan dinilai di antara konten-konten yang paling baik," sambung Anies.
Anies juga melihat efek yang baik dari kampanyenya di media sosial pada Pilkada DKI putaran 1. Dengan relawan media sosial yang lebih kecil, pihaknya mampu meraih selisi suara yang kecil dengan petahana.
"Selisih perolehan suaranya hanya 3 persen. 3 persen pun sudah ada lucu-lucunya di sana yang 489 TPS menang 96 persen. Itu saja sudah 3 persen selesihnya, coba tidak ada lucu-lucu. Pasti ceritanya lain lagi, artinya ya Facebook baik, tapi dari pengamatan kita cukup baik, dan Insya Allah ke depan akan baik juga," pungkas Anies.
(nvl/imk)











































