Pratu Ansar meninggalkan seorang istri bernama Fatmawati dan seorang putri bernama Alifya Fadilla Rabbani. "Almarhum baru memiliki seorang putra usia 3 bulan," kata Kepala Penerangan Kodam XVI/Pattimura, Kolonel Arh M. Hasyim Lalhakim, kepada detikcom, Selasa (21/3/2017).
"Pak Pangdam sudah mempersiapkan asuransi pendidikan untuk anaknya Rp 100 juta. Jadi dia bertugas sebagai satgas selama setahun dan mulau bertugas Januari kemarin. Dalam penugasan itu dia gugur dengan gagah berani," sambung Hasyim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pratu Ansar gugur dalam tugas pengamanan di Pulau Seram, Maluku, Jumat (17/3/2017) kemarin. Ia ditikam saat tengah melerai perkelahian. Ia meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas Pasanea, Kecamatan Seram Utara.
"Pelaku diduga residivis yang baru keluar dari tahanan karena membunuh anak Raja Latea beberapa tahun yang lalu," katanya.
Jenazah Pratu Ansar sudah dikebumikan di Takalar pada Sabtu (18/3) kemarin. (van/try)











































