DetikNews
Selasa 21 Mar 2017, 12:32 WIB

Patmi Meninggal, YLBHI Pastikan Aksi Semen Kaki Dipantau Dokter

Fajar Pratama - detikNews
Patmi Meninggal, YLBHI Pastikan Aksi Semen Kaki Dipantau Dokter Aksi semen kaki (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Patmi (48), salah satu petani dari pegunungan Kendeng, Jawa Tengah, meninggal dunia karena serangan jantung. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) memastikan aksi semen kaki yang sempat diikuti Patmi mendapatkan pengawal dari dokter.

"Sejak awal, seluruh peserta aksi #DipasungSemen2 didampingi dan dimonitor selalu oleh tim dokter yang siaga di YLBHI dan di lokasi aksi. Aksi protes berlangsung setiap hari, dimulai dari siang sampai sore, dengan fasilitas sanitasi lapangan dan peneduh. Pada sore hari, peserta aksi pulang ke tempat beristirahat dan menginap di YLBHI, Jalan Diponegoro, Jakarta," kata Ketua Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur dalam keterangannya, Selasa (21/3/2017).

Aksi semen kaki tersebut dilakukan di kawasan Monas. Adapun Patmi merupakan peserta aksi semen kaki yang baru bergabung pada Kamis (16/3) lalu. Dia datang bersama 54 orang lainnya.

"Bu Patmi adalah salah satu dari yang mengecor kaki dengan kesadaran tanggung jawab penuh. Beliau datang sekeluarga, dengan kakak dan adiknya, dengan seizin suaminya," kata Isnur.

Pada Senin (20/3) sore, perwakilan warga diundang Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki untuk berdialog di kantor KSP. Pada pokoknya, perwakilan menyatakan menolak skema penyelesaian konflik yang hendak digantungkan pada penerbitan hasil laporan KLHS yang sama tertutupnya dan bahkan sama sekali tidak menyertakan warga yang bersepakat menolak pendirian pabrik semen.

Pada malam harinya, diputuskan untuk meneruskan aksi, tetapi dengan mengubah cara. Sebagian besar warga akan pulang ke kampung halaman, sementara aksi akan terus dilakukan oleh 9 orang.

"Bu Patmi (48) adalah salah satu yang akan pulang sehingga cor kakinya dibuka semalam, dan persiapan untuk pulang di pagi hari," ujar Isnur.

Isnur mengatakan Patmi sebelumnya dinyatakan sehat dan dalam keadaan baik oleh dokter. Sekitar pukul 02.30, Selasa (21/3) dini hari, setelah mandi, Patmi mengeluh badannya tidak nyaman, lalu mengalami kejang-kejang dan muntah. Dokter yang sedang mendampingi dan bertugas segera membawa Patmi ke RS St Carolus, Salemba.

"Menjelang sampai di RS, dokter mendapatkan bahwa Bu Patmi meninggal dunia. Pihak RS St Carolus menyatakan bahwa Bu Patmi meninggal mendadak sekitar pukul 02.55 dengan dugaan jantung. Pagi ini jenazah almarhumah Bu Patmi dipulangkan ke Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, untuk dimakamkan di desanya. Dulur-dulur Kendeng juga langsung pulang menuju Kendeng," ujar Isnur.
(fjp/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed