Sidang dugaan penistaan agama yang digelar di Gedung Kementan, Jl RM Harsono, Jaksel, ini tak pernah surut dari kedatangan massa, utamanya dari kubu kontra Ahok yang menamakan dirinya Laskar Pembela Alquran. Ada juga kubu pro Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita dari jam 06.00 WIB sudah di sini," ujar ibu Lina, salah satu penjaga posko konsumsi gratis itu, Selasa (21/3/2017).
Foto: Nurin/detikcom |
Macam jajanan seperti arem-arem, pisang kukus, uli, gethuk, dan puding disiapkan dalam jumlah ratusan. Disimpan di dalam kardus dan kotak yang disajikan bergantian.
"Ya kita masaknya sendiri-sendiri. Saya bawa ini (arem-arem dan pisang kukus), teman saya nyiapkan puding. Ya sebisanya bawa apa," imbuhnya.
Menurut salah satu donatur yang menolak menyebutkan asalnya, semua makanan yang disajikan merupakan sukarela. Dapur umum ini tak pernah absen berdiri dari pertama kali sidang penodaan agama digelar.
Selain makanan, ada juga minuman berupa es teh dan es jeruk. Dapur umum akan menyediakan konsumsi hingga aksi damai yang diwarnai orasi dan doa bersama usai sore nanti, seiring dengan selesainya persidangan. (tor/fjp)












































Foto: Nurin/detikcom