DetikNews
Selasa 21 Maret 2017, 06:44 WIB

Ini Alasan Sandiaga Tidak Penuhi Panggilan Polda Metro Hari Ini

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Ini Alasan Sandiaga Tidak Penuhi Panggilan Polda Metro Hari Ini Sandiaga Uno (detikcom)
Jakarta - Cawagub Sandiaga Salahudin Uno hari ini tidak dapat menghadiri pemanggilan Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penggelapan tanah yang dilaporkan kepadanya. Banyak pertimbangan yang membuat cawagub nomor urut 3 itu tidak dapat menghadiri panggilan.

"Sebagai warga negara, saya patuh hukum. Kedua, saya akan mengikuti proses hukum yang dijalankan di Polda. Saya sangat-sangat hakulyakin tidak terlibat dan tidak melakukan apa yang dituduhkan," ujar Sandiaga di Posko Anies-Sandi, Jalan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa dini hari (21/3/2017).

Sandiaga menilai kasus ini diawali perseteruan 2 sahabat yang telah menjalin hubungan persahabatan sejak dulu. Karena berbeda pandangan politik, sebagai calon wakil gubernur, dia kemudian ikut dilibatkan.

"Saya mengimbau pihak yang berseteru itu kalau misalnya pilihan politiknya berbeda ya jangan menyeret-nyeret salah satu calonlah. Kita boleh berbeda pilihan, nggak seharusnya langsung menjatuhkan," kata Sandiaga.

Sandiaga memutuskan tidak menghadiri panggilan karena padatnya agenda kampanye hingga 19 April. Dia kemudian meminta keringanan kepada Polda untuk menunda penyelidikan hingga selesai pada 19 April mendatang.

"Kenapa saya putusin nggak datang memenuhi panggilan besok, karena jadwalnya sudah penuh sampai tanggal 15 April. Lihat saja begitu banyak orang, kita ditarik kiri-kanan setiap kampanye. Jadi urgensi daripada ini dibandingkan dengan jadwal-jadwal yang lain," jelas Sandiaga.

Sandiaga juga meminta pemanggilannya ditunda karena harus ke KPK untuk menyerahkan laporan harta kekayaannya. Menurutnya, hal tersebut sangat penting untuk menghadapi Pilkada 2019.

"Apalagi besok saya harus ke KPK menyerahkan laporan harta kekayaan calon pejabat negara yang untuk putaran kedua. Itu jauh lebih urgen dalam konteks pilkada ini. Jadi kita meminta penundaan sampai tanggal 19 April. Kita minta atensi daripada tim Polda," ujar Sandiaga.
(nvl/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed