"Jadi saya tidur dan dikasih kamar, rupanya itu kamar yang sering dipakai oleh Kiai Haji Hasyim Asy'ari," ujar Sandiaga di kediaman cucu KH Hasyim Asy'ari, KH Salahuddin Wahid (Gus Solah), di Jalan Bangka Raya No 28, Kelurahan Bangka, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017).
Saat tidur di tempat tersebut, Sandiaga sempat mendengar kisah soal aura yang berada di kamar itu. Namun ternyata dia dapat terlelap hingga subuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi saya ternyata tidur-tidur aja tuh, nyenyak tidurnya. Hampir kelewat subuh, tapi dibangunin sama Gus Solah, kita salat subuh bareng waktu itu," sambung Sandiaga.
Sandiaga juga mengisahkan pengalamannya saat berkunjung ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Sandiaga berkata suasana di tempat tersebut sangat tenteram.
"Pengalamannya di sana sangat tenteram dan sekarang 4 sampai 5 ribu santri. Yang berkunjung wisata religi itu satu setengah juta per tahun ke makam Gus Dur dan makam Kiai Hasyim. Ini jadi sebuah daya tarik pariwisata religi yang perlu juga mungkin dipikirkan buat Jakarta ke depan," pungkas Sandiaga. (nvl/rvk)











































