"Ini bentuknya dalam OK Otrip. Ini kita akan satukan semua moda transportasi, mungkin itu (bajaj) bisa digunakan sebagai pengumpan," ujar Sandiaga di Jalan Bangka IX RT 08 RW 10 Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017).
Sandiaga menyebut ada kemungkinan transportasi yang berbasis lingkungan dan pariwisata akan diadakan. Hal ini pernah dilihatnya di negara maju.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandiaga bersama timnya saat ini tengah menghitung jumlah dari sopir bajaj yang ada di Ibu Kota. Dengan sistem yang terintegrasi, Sandiaga berharap kekhawatiran sopir bajaj akan persaingan dengan ojek online menjadi solusi.
"Karena bajaj itu juga kan sebuah tradisi, saya waktu kecil juga naik bajaj. Jadi tentunya kalau tidak memberatkan dari segi transportasi yang bisa terintegrasi, kita bisa hadirkan sebuah solusi untuk para sopir bajaj," kata Sandiaga.
Bajaj yang ada di Ibu Kota juga memungkinkan untuk dibuatkan sebuah sistem online seperti transportasi berbasis online pada umumnya.
"Iya kita tentunya kita akan kembangkan juga, jadi bajaj nanti itu bisa dibuat sistem onlinenya. Jadi nanti UMP itu bukan Pemprovnya, tapi bisa berupa kerjasama juga dengan para pengusaha yang berbasis transportasi online," pungkas Sandiaga. (nvl/rvk)











































