DetikNews
Senin 20 Mar 2017, 20:35 WIB

2 Bocah di Semarang Pulang Setelah Dilaporkan Hilang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
2 Bocah di Semarang Pulang Setelah Dilaporkan Hilang Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono
Semarang - Kasus dugaan penyekapan terjadi di Kota Semarang. Peristiwa itu menimpa dua bocah perempuan yang kini sudah kembali setelah sempat dicari orangtuanya dan dilaporkan polisi.

Kakak beradik tersebut yaitu TDM (11) dan AA (7) tidak diketahui keberadaannya sejak hari Sabtu (18/3/2017) lalu. Berita hilangnya mereka pun tersebar termasuk di media sosial.

Banyak pihak khawatir karena baru-baru ini tersebar info maupun hoax terkait kasus penculikan di berbagai daerah.

Ayah mereka, Bahrudin sudah berusaha mencari ke berbagai tempat termasuk melapor ke Polsek Tembalang Semarang. Setelah informasi ramai tersebar, ternyata hari Minggu (19/3) sekitar pukul 22.00 WIB keduanya pulang berboncengan mengendarai motor.

Bahrudin mengatakan peristiwa hilangnya dua putrinya itu terjadi ketika mereka hendak ke rumah neneknya yang hanya berjarak 500 meter pada Sabtu siang.

Mereka berpamitan berboncengan menggunakan motor milik Bahrudin kemudian bertemu dengan perempuan yang mengaku bernama Ayu.

"Anak saya ketemu Ayu, terus disuruh antar ke daerah Pucanggading tempat pacarnya," kata Bahrudin di rumahnya, Desa Rowosari Krasak Tembalang Semarang, Senin (20/3/2017).

Ternyata ketiganya tidak bertemu dengan pacar Ayu di Pucanggading. Bukannya kembali ke Tembalang, Ayu justru membawa dua gadis itu ke rumah kos di daerah Tlogosari, Kecamatan Pedurungan, Semarang.

Menurut keterangan korban, mereka kemudian diajak jalan-jalan ke daerah Simpanglima Semarang.

"Setelah itu pulang lagi ke kos sekitar jaml 02.00 pagi (Minggu). Di situ anak saya tidak boleh pulang dan tidak boleh tidur sampai jam 05.00," pungkasnya.

Tidak kembalinya korban tentu membuat Bahrudin khawatir. Ia sudah mencari ke sana kemari dan atas saran para kerabat dan tetangga akhirnya dilaporkan ke kepolisian.

Salah satu tetangga ternyata sempat melihat ketika Ayu mengajak dua korban itu keluar dari kampung.

Hari Minggu sekitar pukul 22.00 WIB, Bahrudin terkejut kedua putrinya datang ke rumah berboncengan motor. Ternyata mereka diantar oleh Ayu sampai ke daerah Klipang yang jaraknya cukup jauh dari rumah kemudian ditinggal begitu saja.

"Ditinggal di Klipang, pulang sendiri naik motor," kata Bahrudin.

Bahrudin tidak terlalu mengenal Ayu, namun menurut warga, ia adalah anak angkat salah satu warga Rowosari.

Ayu yang berusia sekitar 23 tahun itu juga sempat datang ke rumah Bahrudin menemui salah satu korban minta diantar bertemu pacarnya. Namun anak pertamanya melarang.

"Kakak bilang tidak usah, orangnya (Ayu) enggak bener," ujarnya.

Meski anaknya sudah kembali dan tidak mendapatkan luka, namun menurut Bahrudin, mereka masih syok. Karena sudah dilaporkan ke kepolisian, maka kasus tersebut juga akan diproses hukum.

"Ya proses sesuai hukum, karena ini menghawatirkan," tegasnya.

Terpisah, Kapolsek Tembalang, Kompol Bagyo membenarkan ada laporan soal hilangnya dua bocah tersebut. Kini pihaknya masih mendalami apakah benar dugaan penyekapan itu.

"Ya kita dalami, kalau benar ada indikasi itu, maka orangtua korban kita arahkan ke PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polrestabes Semarang," kata Bagyo.
(alg/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed