DetikNews
Senin 20 Mar 2017, 19:46 WIB

Periksa Wabup Klaten, KPK Dalami Informasi Soal Dana Aspirasi

Haris Fadhil - detikNews
Periksa Wabup Klaten, KPK Dalami Informasi Soal Dana Aspirasi Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - KPK memeriksa Wakil Bupati Klaten Sri Mulyani terkait kasus dugaan suap promosi jabatan di Pemkab Klaten yang melibatkan Bupati Klaten Sri Hartini. Pemeriksan untuk menelusuri informasi soal aliran dana aspirasi di Pemkab Klaten.

"Selain pendalaman materi indikasi suap pengisian jabatan, kami juga mengkonfirmasi lebih lanjut informasi tentang dana aspirasi dan bantuan keuangan di Pemkab Klaten ditanyakan kepada Wakil Bupati Klaten," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017).

Informasi soal dana aspirasi itu disebut Febri sebagai kelanjutan dari penemuan uang di rumah dinas Bupati Klaten saat penggeledahan setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Sri Hartini. Informasi soal dana aspirasi ini menurut Febri masih berkaitan dengan perkara dugaan suap promosi jabatan di Pemkab Klaten.

"Ini kelanjutan usai kami menemukan sejumlah uang setelah operasi tangkap tangan. Ada uang Rp 3 miliar, setelah didalami kita dapat informasi terkait dana aspirasi dan bantuan keuangan di Pemkab Klaten, Karena informasi itu muncul masih dalam kaitan dengan penyidikan ini maka KPK membutuhkan klarifikasi dari sejumlah pihak," tutur Febri.

KPK sambungnya akan mendalami jika Sri Hartini yang telah mengajukan diri sebagai justice collabolator membuka informasi terkait dugaan korupsi lainnya di Pemkab Klaten.

"Kita sudah menerima pengajuan justice collaborator dari SHT dan tentu salah satu syarat dari seorang justice collabolator adalah membuka informasi seluas-luasnya. Kalau memang ada korupsi lain tentu dapat disampaikan kepada penyidik secara langsung dan akan ditelusuri jika informasi itu akurat," ujar Febri.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati Klaten Sri Hartini dan satu PNS, Suramlan, sebagai tersangka kasus dugaan suap promosi jabatan di Pemkab Klaten.

Pada awalnya KPK menyita uang Rp 80 juta dari rumah pribadi Sri Hartini. Selanjutnya ada pula uang Rp 2 miliar, USD 5.700, dan SGD 2.035, yang turut disita dari rumah dinas Sri saat operasi tangkap tangan pada 30 Desember 2016.

KPK kembali menggeledah rumah dinas Sri pada Minggu (1/1) dan menemukan uang Rp 3 miliar di kamar anaknya, Andi Purnomo, serta Rp 200 juta di kamar Sri. Andi, yang juga anggota DPRD Klaten, sempat diperiksa KPK terkait dengan kasus yang menjerat ibunya.
(HSF/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed